Rentetan Prestasi dan Capaian Pembangunan Pemda Malra Jadi Kado Spesial HUT Kabupaten

Dalam tahun ini Pemkab Malra mendapat penghargaan pada bidang pendidikan, laporan keuangan, pengadaan barang dan jasa, HAM, dan pariwisata.

Langgur, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam tahun 2019 telah meraih sederet prestasi, penghargaan atas capaian hasil pembangunan, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Maluku. Penghargaan ini menjadi kado manis nan spesial bagi seluruh elemen masyarakat di tengah momentum peringatan HUT ke 67 Kabupaten Maluku Tenggara.

Penghargaan yang telah diperoleh Maluku Tenggara di tahun 2019 antara lain, sukses mempertahankan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Republik Indonesia terkait laporan penyaluran dana. Penghargaan ini pun sekaligus menobatkan Maluku Tenggara sebagai Kabupaten terbaik di Provinsi Maluku.

Pada semester 1 tahun 2019, Maluku Tenggara menempati peringkat ke 14 tingkat nasional, dalam hal koordinasi pencegahan korupsi. Prestasi ini dinilai oleh tim koordinasi supervisi pencegahan korupsi dan KPK RI.

Pada bidang pendidikan, Malra meraih penghargaan Anugerah Ki Hajar Dewantara 2019 dari Kementerian Pendidikan, karena dinilai sukses menerapkan inovasi layanan berbasis teknologi informasi dalam pelaksanaan UNBK. Capaian ini terbilang fantastik, pasalnya Kabupaten Malra mampu meraih peringkat tertinggi dalam kategori pertama diantara 155 kabupaten/kota yang ada di wilayah NKRI.

Melalui Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPDJ), Pemda Malra dinobatkan terbaik secara nasional dari 542 kabupaten/kota. Capaian ini dinilai oleh tim kordinasi supervisi dan KPK RI. Sedangkan penilaian dalam lingkup regional Provinsi Maluku, Maluku Tenggara dinobatkan sebagai yang terbaik diantara 11 kabupaten/kota.

Dalam tahun ini juga Maluku Tenggara dianugerahi peringkat Kota Peduli HAM dari Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia. 

Sementara di bidang parawisata, atraksi belang Maluku Tenggara meraih peringkat ke 2 dalam anugerah pesona wisata budaya tahun 2019.

“Segala capaian yang telah diraih ini sekiranya patut disyukuri. Meski begitu, di tengah momentum HUT ke 67 saat ini, capaian-capaian tersebut turut menjadi sarana refleksi untuk menuntaskan berbagai hal yang dinilai masih kurang dan perlu masih harus ditangani dari waktu ke waktu,” pinta Bupati Malra M. Thaher Hanubun dalam sambutannya pada Paripurna HUT ke 67 Kabupaten Malra, Sabtu (21/12/19).

Bupati Hanubun menyatakan, hari ini Maluku Tenggara telah menjadi daerah yang disegani  dalam berbagai capaian dan keberhasilan yang diraih, secara khusus dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Peningkatan Aspek Lembaga Pemerintahan dan Pembangunan

Bupati Malra akan selalu melakukan kordinasi yang intensif untuk meningkatkan administrasi pengelolaan keuangan daerah. Dengan begitu, maka aspek pendapatan daerah dalam tahun 2020 akan mengalami peningkatan dari sisi PAD, DAU maupun DAK.

Untuk efisiensi kelembagaan perangkat daerah, Pemkab Malra telah melakukan rekontruksi untuk mengakomodasi visi dan misi Pemda 5 tahun kedepan. Rekontruksi kelembagaan yang dimaksud akan dilanjutkan dengan  pengisian jabatan secara bertahap dengan memperhatikan kualitas dan kompetensi kinerja.

Terkait Kepala ohoi defenitif, sampai hari ini telah ditetapkan sebanyak 48 kepala ohoi. Jumlah ini melengkapi capaian tahun 2018, sehingga total adalah 64 kepala ohoi defenitif atau 36,41 persen dari total 192 ohoi.

Pemkab Malra juga berupaya meningkatkan bidang pendidikan, dengan cara mengoptimalkan pelayanan sesuai dengan SPBN. Dimana dalam penanganannya bertumpu pada peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, peningkatan akses dan partisipasi pendidik serta pengembangan inovasi pelayanan.

Pada bidang kesehatan, akses dan kualitas layanan ditingkatan, standarisasi pelayanan rumah sakit dan puskesmas terus dilakukan. Demikian halnya dalam peningkatan kualitas tenaga medis serta kapasitas sarana dan prasarana serta distribusi global yang berbekal kesehatan.

Sedangkan di sektor parawisata, Pemkab Malra terus mengadakan promosi terhadap kunjungan wisata. Senada dengan itu, menurut Hanubun, pada tahun 2019 ini juga telah dibentuk badan promosi parawisata guna mendukung kinerja dinas parawisata.

“Dalam upaya pengembangan sektor parawisata daerah, maka  kebijakan pengembangan masyarakat pada pembuka pusat pertumbuhan baru, dalam hal ini telah dirancang pengembangannya di Pulau Kelapa Kei Besar dan beberapa lainnya di wilayah Kei Kecil untuk dikembangkan menjadi menjadi objek destinasi wisata unggulan di daerah ini,” ungkap Hanubun

Pada bidang perikanan, dengan potensi perikanan yang signifikan, Pemda akan berupaya meningkatkan aspek pemberdayaan masyarakat, mekanisme penyaluran sarana penangkapan dan budidaya akan terus diperbaiki, sarana dan prasarana akan terus ditingkatkan. Dengan demikian, diharapkan pengolahan perikanan akan memiliki dampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Upaya peningkatan kapasitas terus ditingkatkan di bidang infrastruktur. Pembangunan dan peningkatan jalan menjadi prioritas, dimana di tahun 2019 ini, panjang jalan yang dibangun 32,26 kilometer.

“Atas kerja keras dan dukungan dari semua pihak termasuk di dalamnya anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Jalan Trans Pulau Kei Besar sepanjang 102 kilometer telah ditetapkan dalam RPJM tahun 2020,” tambah Hanubun. 

Atas dukungan dan hubungan yang baik serta kordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat, menurut Hanubun, beberapa kebutuhan pembangunan di Malra telah terakomodir dalam RPJM 2020-2024. Antara lain, peningkatan produksi perikanan tangkap, peningkatan produksi kelapa, pengembangan sumber daya air minum, pengembangan bandara, BBM satu hari, pengembangan desa digital.

Tambahnya, di bidang pelayanan air bersih, cukupan perluasan layanan pada tahun 2019 sebesar 1774 rumah tangga. Dimana, terdiri dari 1224 KK yang tersebar 22 ohoi dan 600 KK di wilayah perkotaan Langgur . 

Untuk pelayanan listrik dan penerangan jalan, perluasan aksesibilitasi tahun 2019 dilakukan pelayanan pada 950 KK tersebar di 11 kecamatan. Dengan capaian ini maka cukupan pelayanan aksesbilitasi sampai dengan september 2019 mencapai 72,84 persen.

Rehabilitasi 500 rumah tampak miskin di 11 kecamatan pulau Kei Besar tahun 2019

Menurut Hanubun, sebelumnya tingkat kemiskinan mencapai 23,27%, namun terus mengalami penurunan hingga 22%. “Sesuai data badan statistik, sudah turun 0,99%, dan mudah-mudahan di tahun 2020, akan turun lagi di bawah 20%,” ujarnya penuh harap.

Dalam upaya mempertajam perumusam kebijakan program dan kegiatan guna penanggulan kemiskinan tersebut, katanya, Pemda Malra melakukan penggarapan dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang konvergensi percepatan peningkatan kesejahteraan Malra.

Ia menilai, keseluruhan capaian tersebut telah memberikan dampak dan peningkatan indikator nilai kekayaan dan pertumbuhan ekonomi. Meski begitu, Bupati Hanubun mengaku, masih ada berbagai hal, terutama dalam hal pendidikan dan kesehatan yang perlu untuk menjadi perhatian serius Pemda Malra. (gerryngamel/labesremetwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU