Resort KSDA Tual Lepas-liarkan Satu Ekor Penyu di Pantai Ngurbloat

Penyu merupakan biota laut yang sangat berperan penting di alam. Ia bahkan disebut sebagai kunci kelangsungan hidup ekosistem laut.


Langgur, suaradamai.com – Setelah melepasliarkan satu ekor penyu sisik di perairan Pulau Ohoiwa baru-baru ini, Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Tual kembali melakukan hal yang sama di Pantai Wisata Ngurbloat, Ohoi Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (18/9/2021).

Resort KSDA Tual bersama LSM Peduli TSL dan warga setempat melepasliarkan satu ekor penyu sisik (Eretmochelys imbricata), yang dalam bahasa Kei disebut “keran”.

Penyu tersebut merupakan hasil tangkapan sampingan (bycatch) nelayan. Salah satu warga setempat, Yanti Beruatwarin, kemudian mengambil penyu tersebut untuk dipelihara sementara. Ia sempat berupaya melepas sendiri penyu tersebut, tetapi karena melihat kondisi penyu yang kurang sehat, Yanti lalu menghubungi LSM Peduli TSL.

LSM itu kemudian berkoordinasi dengan Resort KSDA Tual untuk melakukan pelepasan penyu di Ngurbloat. Sebelum dilepas, penyu direhabilitasi di Balai Budidaya Laut Tual selama kurang lebih satu minggu. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan penyu sebelum dilepas ke habitatnya.

Kepala Resort KSDA Tual Yopi Jamlean menjelaskan, pihaknya sengaja memilih Pantai Ngurbloat sebagai lokasi pelepasan penyu tersebut, dengan tujuan memberikan edukasi kepada warga setempat dan pengunjung.

Yopi menambahkan, rata-rata masyarakat di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara belum mengetahui aturan tentang perlindungan jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL).

Sebab itu, mereka terus melakukan sosialisasi dan edukasi berupa pemaparan materi maupun kegiatan pelepas-liaran secara langsung, dan kegiatan lain. Upaya itu terus mereka lakukan lewat pemerintah, komunitas agama, maupun lembaga adat.

“Dalam tahun 2021 ini, KSDA Tual bekerja sama dengan Cabang Dinas Perikanan Provinsi Maluku Gugus Pulau VIII, Dinas Perikanan Malra dan Tual, dan LSM peduli lingkungan berupaya untuk melakukan penyadartahuan,” kata Yopi menjelaskan keseriusan semua pihak dalam menjaga kelestarian TSL.

Sementara itu, Yanti Beruatwarin mengatakan, setelah mendapat penjelasan dari KSDA Tual dan LSM Peduli TSL soal perlindungan TSL, Ia jadi lebih paham. Dia pun tertarik untuk bantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Dia juga harap, pihak terkait terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyakarat untuk menjaga kelestarian penyu di alam.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU