SD dan SMP se-Kota Tual Kembali Terapkan “Belajar dari Rumah” setelah Penambahan Kasus Covid-19

Dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar secara daring maupun luring, untuk saat ini dioperasionalkan dengan dana BOS.


Tual, suaradamai.com – Dengan makin meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tual saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tual mengambil langkah menerapkan sistem “Belajar dari Rumah” (BDR) dengan menggunakan metode daring dan luring.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tual Mudatsir Tamher menjelaskan, keputusan ini diambil usai rapat bersama Wakil Wali Kota Tual, instansi terkait serta seluruh kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Tual. Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran virus corona via klaster pelajar.

“Mulai hari ini kegiatan belajar mengajar akan dilakukan dari rumah menggunakan sistem dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) seperti sebelumnya,” terangnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/1/2021).

Mutadsir menambahkan, dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar secara daring maupun luring, untuk saat ini dioperasionalkan dengan dana BOS. Hal ini dikarenakan penerapan BDR baru dilakukan setelah Pemkot dan DPRD menetapkan anggaran 2021.

“Kami hanya berharap bantuan pulsa data dari Kementerian … karena sejak awal dari sanalah bantuan tersebut berasal. Dan dikarenakan pelaksanaan sistem ini (BDR) setelah penetapan anggaran pemerintah daerah, maka untuk sementara setiap sekolah menggunakan dana BOS,” jelas Mutadsir.

Dia menambahkan, pihaknya belum bisa menentukan kapan akan diakhiri kegiatan belajar dari rumah, tetapi pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di Kota Tual. Jika terjadi penurunan, maka bisa jadi keputusan untuk menormalkan kegiatan belajar mengajar di sekolah dipertimbangkan kembali sesuai situasi dan kondisi daerah.

Mutadsir berharap, keadaan akan membaik dengan segera, karena kualitas pendidikan dipertaruhkan. “Jika sistem daring dan luring terus digunakan, para orang tua akan kembali bersuara, terkait dengan sistem pembelajaran yang dianggap memberatkan orang tua siswa,” tutupnya.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...