Sukacita menyelimuti Tuhiba saat 34 pasangan mengikat janji suci dan dua pelayan Tuhan baru ditahbiskan dalam perayaan 20 tahun GPKAI Teluk Bintuni.
Bintuni, suaradamai.com – Sukacita memenuhi jemaat Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Teluk Bintuni. Dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 yang dipusatkan di Distrik Tuhiba, GPKAI menggelar nikah massal bagi 34 pasangan serta menahbiskan dua pendeta baru.
Acara nikah massal dilaksanakan di Jemaat Pergamus Tuhiba pada Minggu (12/4/2026). Dua hari kemudian, di tempat yang sama, Selasa (14/4/2026), Ketua Majelis Umum GPKAI, Pdt. Pilipus Manggaprou, mengukuhkan dua pendeta baru dalam perayaan puncak HUT.
Kedua pendeta yang ditahbiskan adalah Pdt. Jois Babrina Ahoren, S.Th., yang lahir pada 17 Oktober 1994 dan ditugaskan di GPKAI Babo Bintuni, serta Pdt. Honesimus Iba, S.Th., yang lahir di Tuhiba pada 5 Januari 1989 dan ditugaskan di GPKAI Pergamus Tuhiba.

Rangkaian perayaan HUT ke-20 ini menjadi tonggak kebangkitan GPKAI di Tanah Sisar Matiti. Sejalan dengan tema yang diangkat, “Berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah dalam pekerjaan Tuhan,” GPKAI terus menumbuhkan semangat pelayanan dalam menyebarkan ajaran Kristus.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Umum GPKAI, Pdt. Pilipus Manggaprou, menekankan tiga hal penting yang menjadi pergumulan GPKAI dalam pelayanan, yakni penguatan kapasitas organisasi, penertiban administrasi, serta pengelolaan keuangan gereja.
“Kita di GPKAI harus terus membenahi diri agar pelayanan semakin maju ke depan. Administrasi dan keuangan akan kita rapikan dan tertibkan untuk mendukung pelayanan,” ujar Pdt. Manggaprou.
Sejalan dengan semangat tersebut, Ketua Majelis Daerah GPKAI Teluk Bintuni, Pdt. Samuel Iba, meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam menjalankan tugas pelayanan, khususnya dalam menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif seperti minuman keras, lem aibon, dan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Pdt. Samuel juga menyampaikan empat kebutuhan utama GPKAI di Teluk Bintuni, yakni pembangunan kantor Majelis Daerah/Klasis, gedung gereja, kendaraan roda empat, serta rumah pastori untuk delapan jemaat.
“Kami sudah tiga tahun tidak menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Oleh karena itu, pada periode Bapak Bupati Yohanis Manibuy ini, kami berharap pembangunan dapat direalisasikan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Teluk Bintuni dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yohanis Manobi, menjelaskan bahwa pemerintah daerah menyediakan bantuan keagamaan dalam empat kategori, yakni bantuan fisik, sarana prasarana ibadah, perjalanan ke luar daerah atau luar negeri, serta bantuan operasional.
Ia juga meminta majelis daerah segera mengajukan proposal bantuan. “Jika proposal diajukan sekarang, maka akan diproses untuk tahun depan,” ujarnya.
Bupati Manibuy mengakui bahwa pada usia ke-20 tahun, pelayanan GPKAI telah membawa berkat bagi jemaat dan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan iman, moral, dan karakter masyarakat.
“Karena itu, peran gereja, termasuk GPKAI, sangat penting dalam mendukung visi pembangunan Teluk Bintuni SERASI. Saya mengajak seluruh jemaat untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam membentuk masyarakat yang beriman, toleran, dan hidup rukun,” kata Manibuy.
Sebagai informasi, GPKAI merupakan gereja nasional, bukan berbasis suku atau lokal tertentu. Saat ini, GPKAI memiliki 72 majelis daerah/klasis dan sekitar 116.000 anggota jemaat yang tersebar di seluruh Indonesia.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni









