Ambon, suaradamai.com – Proses penjaringan bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2025–2030 resmi berlangsung pada 7–8 November 2025. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Umar Lessy, yang kini menjabat sebagai Plt. Ketua DPD I Golkar Maluku, setelah secara resmi mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran pada Jumat (7/11/2025).
Pengambilan formulir dilakukan oleh Ketua Tim Pemenangan Burham Latuconsina pada pukul 10.15 WIT, dan malam harinya pukul 20.00 WIT, Umar Lessy menyerahkan kembali formulir pendaftarannya kepada panitia penjaringan. Ia didampingi oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Burham Latuconsina, Richard Rahakbauw (Anggota DPRD Provinsi Maluku), Ely Toisuta (Wakil Wali Kota Ambon), dan Hasan Alkatiri (Anggota DPRD Maluku Tengah).
Tim Komite/Panitia Pendaftaran yang bertugas menerima berkas dipimpin oleh Drs. Yunus Serang, M.Si (Ketua Steering Committee), Hany Pariela (Sekretaris I), dan Temy Talauhu (Sekretaris II).
Ketua Tim Pemenangan, Burham Latuconsina, dalam laporannya menyampaikan bahwa berkas pencalonan Umar Lessy telah dilengkapi sesuai ketentuan dan didukung oleh enam Ketua DPD Kabupaten/Kota di Maluku, yakni Maluku Tengah, Maluku Barat Daya, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, dan Seram Bagian Timur (SBT).
“Hari ini kami datang untuk mengembalikan formulir pencalonan bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Maluku periode 2025–2030, dengan dukungan penuh dari enam DPD kabupaten/kota,” ujar Burham.
Sementara itu, dalam wawancara usai pendaftaran, Umar Lessy menegaskan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan penjaringan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) DPP Partai Golkar.
“Sebagai kader, kita harus patuh pada seluruh tahapan dan aturan yang ditetapkan oleh DPP. Semua syarat formal telah kami penuhi sebagaimana yang diminta panitia,” ungkapnya.
Terkait dukungan yang diberikan sejumlah DPD dan organisasi sayap partai, Umar menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi di tubuh Golkar.
“Perbedaan dukungan itu hal biasa dalam demokrasi. Tapi semua akan bermuara pada satu mekanisme organisasi yang akan diputuskan dalam musyawarah daerah besok,” ujarnya.
Umar menyebut motivasi utamanya maju dalam kontestasi ini adalah mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Maluku.
“Golkar punya sejarah panjang dan kuat di Maluku, tapi dalam beberapa tahun terakhir kita mengalami penurunan. Target saya jelas — mengembalikan proporsi kursi di semua tingkatan, baik kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI,” tegasnya.
Selain didukung oleh enam DPD, Umar juga mendapat dukungan dari dua organisasi pendiri partai yakni Kosgoro dan MKGR, serta organisasi yang didirikan partai seperti AMPG dan KPPG.
Menanggapi pertanyaan soal calon sekretaris yang akan mendampinginya jika terpilih, Umar menyebut sejumlah nama potensial baik dari kalangan senior maupun muda di internal Golkar.
“Ada beberapa tokoh yang layak, seperti Pak Arissa Rahakbauw, Pak Anos, dan beberapa kader muda lain. Yang penting, kita harus menjaga keberagaman,” ujarnya diplomatis.
Umar menutup dengan komitmen untuk segera melakukan konsolidasi besar-besaran jika dipercaya memimpin Golkar Maluku.
“Langkah pertama adalah konsolidasi struktur hingga ke tingkat desa dan RT. Itu titik balik kebangkitan Golkar di Maluku,” pungkasnya.
Penjaringan bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Maluku dijadwalkan berlangsung hingga 8 November 2025, dengan Musyawarah Daerah (Musda) sebagai puncak penentuan kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.





