Wali Kota Tual Lepas Siswa SMP Negeri 1, Tekankan Pendidikan Karakter dan Mental Tangguh

Tual, suaradamai.com – Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, resmi melepas siswa-siswi SMP Negeri 1 Kota Tual dalam sebuah seremoni penuh haru dan kebanggaan yang digelar pada Senin (26/05/2026).

Dalam sambutannya, Renuat menegaskan bahwa acara perpisahan bukan sekadar seremoni penutupan masa sekolah, tetapi menjadi titik awal perjalanan baru bagi para siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Acara perpisahan hari ini bukan sekadar seremoni penutupan masa sekolah, tetapi merupakan momen penting yang menandai berakhirnya satu tahap pendidikan dan dimulainya perjalanan baru bagi para siswa-siswi,” ujarnya.

Ia menyampaikan, selama tiga tahun menempuh pendidikan di bangku SMP, para siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang akan menjadi bekal menghadapi masa depan.

Kepada para siswa, Wali Kota berpesan agar terus belajar dan tidak berhenti bermimpi. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, dan doa.

“Jadilah generasi muda yang cerdas, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” katanya.

Renuat juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap alumni sekolah-sekolah di Kota Tual yang telah banyak berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional. Bahkan, kata dia, sejumlah pejabat pemerintahan dan anggota legislatif di Kota Tual merupakan alumni SMP di daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tual bersama DPRD dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Pendidikan, menurutnya, menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah.

“Setiap program pembangunan yang dirancang selalu menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas,” tegasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua atas dedikasi dalam mendidik dan membimbing para siswa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran besar keluarga dan tenaga pendidik.

Lebih lanjut, Renuat mengaitkan semangat pendidikan dengan filosofi “From Us To Us” yang menjadi tema kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, filosofi itu mengandung makna kebersamaan dan semangat untuk tumbuh serta berkembang bersama.

Dalam penjelasannya, ia mengutip empat pilar pendidikan UNESCO, yakni learning how to know, learning how to do, learning how to live together, dan learning how to be. Keempat pilar itu dinilai penting dalam membentuk generasi muda yang adaptif dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Tak hanya berbicara soal pendidikan formal, Renuat juga membagikan pengalaman pribadinya dalam menghadapi tekanan hidup. Ia menceritakan pengalamannya saat berada di dalam pesawat yang mengalami guncangan hebat akibat cuaca buruk.

Menurutnya, ketenangan dalam menghadapi situasi sulit lahir dari pola pikir yang kuat. Ia mengajak para siswa untuk mampu mengendalikan rasa takut dan membangun mental tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Dalam hidup, kita pasti menghadapi masalah dan tantangan, tetapi semua itu adalah proses pembentukan karakter agar kita menjadi pribadi yang kuat,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan para siswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak para siswa untuk terus berkembang dan menjadi generasi pembawa perubahan bagi keluarga, daerah, dan bangsa.

“Teruslah belajar, teruslah berkembang, dan jangan takut menghadapi masa depan,” tutupnya.


Bagikan:

Populer

Artikel terkait