Widya Pratiwi Dianugerahi Gelar Adat “Ina Latu Maluku”

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Widya Pratiwi juga mendapat dua gelar dari masyarakat adat di Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual) dan tiga gelar adat dari Kepulauan Tanimbar.


Ambon, suaradamai.com – Widya Pratiwi Murad mendapat gelar kehormatan adat dari Majelis Latupati Maluku atas dedikasinya membantu “Upu Latu Maluku” yakni Gubernur Maluku.

Penganugerahan gelar tersebut dilaksanakan di Kantor Majelis Latupati Maluku yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi-Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Senin (13/2/2023).

Majelis Latupati Maluku memberi gelar kehormatan kepada isteri Gubernur Maluku sebagai “Ina Latu Maluku” atau Ibunya seluruh orang Maluku. Pemberian gelar itu tertuang dalam Keputusan Majelis Latupati Maluku No.03/SK/MLM/02/2023.

Proses penganugerahan diawali dengan pembacaan naskah pengukuhan oleh Ketua Majelis Latupati Maluku Ibrahim M. H. Wokas. Kemudian Wakil Ketua Majelis Latupati Maluku memasang mahkota, salempang, dan menyematkan pin. Selanjutnya, penyerahan piagam oleh Ketua Majelis Latupati Maluku kepada Upu Latu Maluku.

Turut menyaksikan prosesi itu, Gubernur Maluku Murad Ismail, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa, Kapolda Maluku Irjen Pol. Lotharia Latif, Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun, Sekda Maluku Sadali Ie, Ketua Pengadilan Tinggi Ambon, sejumlah Pimpinan OPD Lingkup Pemprov Maluku, dan Majelis Latupati Maluku.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur yang juga Upu Latu Maluku menyampaikan bahwa, setiap pemberian gelar kehormatan adat memiliki alasan dan pertimbangan tertentu.

Meski begitu, bagi dia, yang jauh lebih penting adalah bagaimana sang penerima gelar mampu mengemban amanah atas gelar tersebut.

“Saya percaya ibu Widya akan memberikan sumbangsih terbaik, bagi negeri raja-raja ini,” tandas Gubernur.

Sebelumnya, Widya Pratiwi juga mendapat dua gelar dari masyarakat adat di Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual) dan tiga gelar adat dari Kepulauan Tanimbar.

Dari masyarakat adat Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Widya mendapat gelar adat Dit Evav. Sementara di Kota Tual, ia didapuk sebagai Nen Dit Masneu.

Selain itu, masyarakat adat Kepulauan Tanimbar dari tiga komunitas berbeda, juga memberi gelar adat kepada Widya sebagai Amasenan, Mel Ene, dan Lauran Enan.

Semua gelar adat itu memiliki pengertian yang tidak jauh berbeda, yaitu sebagai ibu, sebagai pelindung, pengayom, pemimpin, dan pejuang bagi perempuan.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU