AMBON, suaradamai.com — Anggota DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach, meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program irigasi pompa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Menurutnya, program perlu disesuaikan dengan kondisi geografis, ketersediaan air, serta kebutuhan pertanian masing‑masing wilayah.
Pernyataan itu disampaikannya dalam rapat koordinasi Komisi II DPRD Maluku bersama 13 pihak mitra terkait program irigasi pompa, di ruang rapat Komisi II, Rabu (14/10/2026).
Yan menilai pelaksanaan program tidak boleh hanya mengejar target nasional. Perencanaan juga harus memeriksa kesiapan lahan dan sumber air di daerah penerima. Jika dirancang dengan matang, irigasi pompa dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Sebaliknya, jika dipaksakan pada lahan yang tidak memenuhi syarat teknis, program justru menjadi beban bagi petani.
“Program dari pemerintah pusat seharusnya mengikuti dan menyesuaikan dengan kebutuhan daerah, bukan sebaliknya, daerah dipaksa mengikuti keinginan pemerintah pusat,” tegasnya.
Ia menjelaskan salah satu titik krusial adalah proses penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). Identifikasi ini harus dilakukan secara cermat, karena akan menentukan keberhasilan di lapangan. Oleh karena itu, penyuluh pertanian, tenaga teknis, serta pemerintah kabupaten dan kota harus dilibatkan sejak tahap awal perencanaan.
Yan juga menyoroti surat pernyataan tanggung jawab mutlak yang ditandatangani ketua kelompok tani. Jika program gagal berjalan sesuai ketentuan, kelompok penerima bisa menghadapi persoalan administratif hingga kewajiban pengembalian anggaran.
“Jangan sampai program yang seharusnya menjadi berkat bagi petani justru menjadi beban karena lahan tidak sesuai dan sumber air tidak tersedia,” ujarnya.
Ia meminta verifikasi lahan dan calon penerima dilakukan jauh sebelum program direalisasikan, agar pemerintah tidak terburu‑buru menetapkan lokasi hanya demi memenuhi target penyerapan anggaran.
PENULIS/PEWARTA: CHINTIA SAMANGUN
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kota Ambon







