148 Unit Rumah MBR Di Kei Besar Dapat Bantuan Rumah Swadaya

Berdasarkan hasil survei tim, program tersebut dapat terealisasi pada sejumlah titik di Kei Besar melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Malra.


Kepala Bidang Perumahan, pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP) Malra Anakletus Maturbongs saat diwawancara menjelaskan, program BRS ini bersumber dari Dana Alokasi Kusus (DAK). Biaya yang digelontorkan untuk satu unit rumah sebesar Rp 20 juta dengan rincian, Rp 17,5 juta digunakan untuk material dan Rp 2,5 juta untuk biaya tukang.

“Sebelum memberikan bantuan, tim dari dinas terlebih dahulu turun lapangan dan melakukan pendataan sesuai standar. Kondisi keluarga pemilik rumah yang sesuai dengan kriteria akan diberikan bantuan,” jelas Maturbongs di Ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Maturbong menjelaskan, kriteria rumah yang diberikan bantuan adalah rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan huni seperti lantai tanah, atap rusak, dinding belum diplester dengan baik, serta keterbatasan lainnya.

Berdasarkan hasil survei tim, program tersebut dapat terealisasi pada sejumlah titik di Kei Besar melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Malra nomor 780 tanggal 30 Maret tahun 2021.

Diketahui, Ohoi Waur sebanyak 18 rumah, Ohoi Nerong sebanyak 15 rumah, Ohoi Faruan sebanyak 20 rumah, Ohoi Watlar sebanyak 29 rumah, Ohoi Haar Wasar sebanyak 32 rumah, Ohoi Haar Ohoimel sebanyak 16 rumah, dan Haar Renrahantel sebanyak 18 rumah.

Maturbongs mejelaskan, proyek ini dikerjakan oleh kelompok swadaya masyarakat pada setiap ohoi dan ditargetkan rampung pada bulan oktober mendatang

“Cepat atau lambat proses pengerjaan ini tergantung kelompok swadaya masyarakat yang bekerja. Kendala dilapangan adalah bahan material bangunan,”ucapnya.

Proses pengerjaan BRS saat ini, kata dia, sebagian telah selesai namun sebagian lagi baru mencapai 45 persen.

Selain itu, Maturbongs mengaku, bantuan peningkatan kualitas perumahan bagi masyarakat tentu menjadi program setiap tahun sehingga, masyarakat yang belum mendapatkan bantuan akan berkesempatan menerima pada tahap berikutnya.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...