Sejak Maret 2020 lalu, Polikant sudah menjalankan edaran dari kementerian untuk belajar daring.
Langgur, suaradamai.com – Di tengah pandemi covid-19, Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) terus menggenjot mutu pendidikan.
Hal tersebut dilakukan agar kualitas pendidikan di Kampus Biru itu tetap maksimal dan terjaga kualitasnya.
Direktur Polikant Jusron A. Rahajaan kepada Suara Damai baru-baru ini menyampaikan, sejak munculnya covid-19 pada Maret 2020 lalu, Polikant sudah menjalankan edaran dari kementerian untuk belajar daring.
“Namun, pembelajaran di Polikant juga menyesuaikan situasional istitusi,” kata Rony, sapaan Jusron.
Dia menerangkan, Politeknik itu komposisi praktiknya 60%, sehingga tidak mungkin semua praktikum dibuat daring.
Namun, beberapa dosen telah berinovasi dengan melakukan pratikum simulasi, sekalipun untuk beberapa mata kuliah memang harus dengan tatap muka karena dilakukan di lab dan di laut.
“Ada metode yang kita lakukan dengan membuat grup-grup kecil praktikum, sehingga tidak ada kerumunan atau penumpukan mahasiswa dengan jumlah yang besar,” kata Rony.
Dia menjelaskan, kelas dengan jumlah 20 orang dibagi menjadi dua grup. Jadi masing-masing grup terdiri dari 10 orang. Kelas-kelas tersebut tetap menjalankan protokol kesehatan.
Lanjut Rony, pihaknya juga telah mengikuti vaksinasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.
Vaksinasi tersebut diikuti oleh pimpinan, staf dosen dan pegawai kontrak. Sementara untuk mahasiswa masih menunggu penjadwalan dari Pemkab.
Hal tersebut dilakukan, agar terciptanya Polikant yang sehat dan bebas dari penularan covid-19.
Dia berharap, Juli atau Agustus mendatang, pemerintah dapat memastikan kapan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka secara resmi.
Editor: Labes Remetwa
Baca juga:





