Kunjungan Kerja Perdana, Gubernur Maluku Fokuskan Perhatian pada Koperasi Desa dan Pelestarian Lingkungan di Kepulauan Tanimbar

Ia menilai keberadaan unit usaha desa ini bukan hanya menjawab kebutuhan ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian yang berbasis pada potensi lokal


Saumlaki, suaradamai.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memulai rangkaian kunjungan kerjanya sejak dilantik secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia pada 20 Februari 2025. Kota Saumlaki, ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), menjadi daerah pertama yang disambangi dalam agendanya sebagai kepala daerah.

Tiba di Bandara Mathilda Batlayeri pada Sabtu pagi, 26 Juli 2025, Gubernur Lewerissa disambut dengan adat lokal berupa pengalungan syal dan tarian penyambutan khas Kepulauan Tanimbar. Kehadiran Bupati KKT bersama unsur Forkopimda di lokasi penjemputan mempertegas semangat kolaboratif antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menyambut kepemimpinan baru.

Kunjungan ini tidak sekadar bersifat seremonial. Selama dua hari di wilayah selatan Maluku ini, Gubernur dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda penting. Salah satu sorotan utama adalah peninjauan langsung ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berlokasi di Desa Ilngei. Koperasi ini merupakan salah satu model ekonomi desa yang telah mengantongi badan hukum dan sebelumnya diresmikan secara simbolis oleh Presiden RI di Kabupaten Seram Bagian Timur.

KDMP Desa Ilngei menunjukkan perkembangan signifikan dengan sejumlah unit usaha yang aktif, mulai dari gudang logistik, rumah produksi, klinik pelayanan kesehatan, hingga kios penyedia bahan bakar. Dalam waktu dekat, pengembangan fasilitas cold storage juga akan dimulai, memperkuat ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi.

Gubernur Lewerissa menyampaikan kekagumannya atas keberhasilan koperasi tersebut dalam memberdayakan masyarakat. Ia menilai keberadaan unit usaha desa ini bukan hanya menjawab kebutuhan ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian yang berbasis pada potensi lokal. Oleh karena itu, Pemprov Maluku menaruh perhatian serius untuk mendorong replikasi model koperasi serupa di desa-desa lain.

Namun, Gubernur juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Mengingat karakteristik wilayah Kepulauan Tanimbar yang terdiri dari gugusan pulau kecil, ia menyatakan bahwa akan berhati-hati dalam memberikan izin terhadap aktivitas yang berpotensi merusak kawasan hutan tropis. Menurutnya, hutan di Maluku adalah bagian dari warisan alam yang tidak hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga memiliki nilai strategis secara nasional dan global.

Selain meninjau koperasi, Gubernur juga dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan unsur Forkopimda KKT dan sejumlah aparatur pemerintah daerah. Agenda lain dalam rangkaian kunjungan adalah menghadiri prosesi pentahbisan Gereja Lyawan Soru, yang merupakan bagian dari jemaat GPM Watidal.

Kunjungan perdana ini mencerminkan pendekatan kepemimpinan Gubernur Lewerissa yang ingin menyentuh langsung persoalan riil di lapangan. Dengan menjadikan desa sebagai titik awal perhatian, ia menunjukkan komitmen untuk membangun Maluku dari pinggiran dan menjadikan kolaborasi sebagai fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...

Polikant Raih Predikat Baik Sekali Simkatmawa 2025, Wadir III: ke Depan Harus Unggul

Ia berharap, karena Polikant hari ini telah mencapai predikat...

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...