“Ingat, di Bintuni ini kami hidup dari dulu sampai sekarang tidak ada perang suku. Tidak cekcok antar suku. Agama, kita di sini itu agama keluarga. Ada Muslim Papua, ada Muslim Nusantara, hidup bersama-sama dengan kami Nasrani yang ada di sini sampai hari ini,” tegas Orocomna.
Bintuni, suaradamai.com – Forum Anak-Anak Asli Tujuh Suku Peduli Otsus (Forapelo) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, menghimpun pemuda setempat dalam acara Ibadah Syukur Pemuda, dalam rangka menjaga keamanan dan jiwa nasionalisme.
Pertemuan yang digelar di Bintuni pada Sabtu (20/9/2025) itu, merupakan respon Pemuda Tanah Sisar Matiti dalam menanggapi kericuhan yang terjadi di Papua dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Forapelo Teluk Bintuni Agustinus Orocomna menyebutkan, pertemuan itu menghadirkan perwakilan pemuda dari tujuh suku di Tanah Sisar Matiti.
“Setiap suku ada, ada dari Wamesa, Sebyar, Moskona, Sough, Kuri, Sumuri, dan Irarutu. Semua ada. Dan juga Bapak Ketua LMA dan Bapak DAD juga hadir bersama-sama dengan kami,” sebut Orocomna.
Pertemuan tersebut diawali dengan ibadah syukur. Selanjutnya bersama-sama mengucap deklarasi damai sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan di Teluk Bintuni.
Melalui pertemuan ini, Orocomna menyatakan, pihaknya mendukung penuh program-program pemerintah yang masuk di Bintuni.
“Kami berkomitmen mendukung program nasional seperti makanan gratis, sekolah rakyat, dan juga PSN (program strategis nasional) seperti Genting Oil, LNG Tangguh, maupun investor yang mau datang berinvestasi di Teluk Bintuni, kami siap. Pemuda Tujuh Suku, Papua lainnya, nusantara, dan juga masyarakat siap menjaga kedamaian, ketertiban, dan kelancaran program yang ada,” ujar Orocomna.
Ia pun mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak terprovokasi isu-isu dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Orocomna pun menekankan agar tidak terpengaruh dengan isu rasisme yang terjadi di Yalimo dan kasus lainnya di Tanah Papua.
“Ingat, di Bintuni ini kami hidup dari dulu sampai sekarang tidak ada perang suku. Tidak cekcok antar suku. Agama, kita di sini itu agama keluarga. Ada Muslim Papua, ada Muslim Nusantara, hidup bersama-sama dengan kami Nasrani yang ada di sini sampai hari ini,” ujar Orocomna.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Tujuh Suku dari Suku Moskona, Siprianus Yerkohok, berpesan kepada masyarakat suku Moskona agar mendukung pemerintahan Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara.
“Pembangunan jalan, pembangunan jembatan, bentuk pembangunan lainnya yang pemerintah kasih ke daerah Moskona, saya selaku pemuda Moskona, siap bekerja sama dengan pemerintah,” ujar Yerkohok.
Ia pun menyatakan siap menggandeng pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, agar menjaga Kamtibmas di wilayah Moskona.
“Apa yang terjadi di kabupaten lain, kami di sini aman dan terkendali. Kami tidak mau untuk seperti di kabupaten lain. Kami mau untuk bangun daerah ini maju. Saya mengajak semua masyarakat di Moskona untuk setiap kegiatan yang turun, apa yang tidak sesuai, mari kita berkoordinasi dan bicara baik-baik,” kata Yerkohok.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Kabupaten Teluk Bintuni Yan Viktor Kamisopa, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh para pemuda. Ia harap anak adat tujuh suku, papua lainnya, dan nusantara, agar tetap merawat perdamaian yang sudah terjaga di Bintuni sejak lama.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LMA Tujuh Suku Marthen Wersin. Ia menegaskan, ikrar yang disampaikan dalam deklarasi damai kiranya bukan sekadar “bahasa kosong”. Wersin menegaskan agar pemuda menjaga lisan yang telah diucapkan.
“Janji kepada manusia, itu juga janji kepada Tuhan. Tuhan akan melihat kita. Niat yang ada di kita punya hati itu, Tuhan sudah baca. Dengan campur tangan Tuhan, saya sangat yakin bahwa Bintuni pasti aman. Kita jaga sama-sama,” ujar Wersin.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni





