“Masyarakat juga meminta pemerintah daerah turun tangan, sebab hingga kini belum ada kejelasan mekanisme izin atau kompensasi,” kesalnya.
Tual, Suaradamai.com – Pengurus DPD KNPI Provinsi Maluku, Abdul Halik Rahantan, meminta PLN UP3 lebih manusiawi dalam memperlakukan masyarakat pesisir Tayando, Kota Tual, Provinsi Maluku.
Permintaan tersebut dikemukakan menyusul. deretan pohon kelapa milik warga ditebang tanpa musyawarah, demi memperlancar jalur jaringan listrik.
Tentunya aktivitas PLN UP3 sontak memicu kemarahan warga Tayando.
“Bagi masyarakat Tayando, pohon kelapa bukan sekadar tumbuhan ia adalah sumber kehidupan. Dari akar hingga daun, setiap bagiannya punya nilai ekonomi dan budaya. Penebangan yang dilakukan secara sepihak dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap hak masyarakat adat,” ungkap Rahantan. Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, PLN harus bertanggung jawab
Warga menuntut agar mereka segera menghentikan seluruh kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan serta mengganti kerugian akibat penebangan.
“Masyarakat juga meminta pemerintah daerah turun tangan, sebab hingga kini belum ada kejelasan mekanisme izin atau kompensasi,” kesalnya.
” Sejumlah pengamat lingkungan, mengatakan kasus di Tayando mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur di wilayah kepulauan,” kata dia.
Rahantan menambahkan, Pembangunan sering kali dibungkus jargon “demi kemajuan”, tetapi mengabaikan partisipasi warga yang terdampak langsung.
“Ironisnya, proyek yang sejatinya membawa terang justru menimbulkan “gelap” sosial. PLN semestinya belajar bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya soal kabel dan tiang listrik, tapi juga keadilan ekologis dan sosial,” imbuhnya.
Jika suara rakyat kecil terus diabaikan, lanjutnya maka ancaman blokade jalan jadi solusi. Tayando bisa menjadi simbol perlawanan terhadap pembangunan yang buta terhadap nilai-nilai lokal.
“Kami minta kejelasan kompensasi, atau hentikan segala bentuk aktivitas di Tayando,” tandasnya.
Editor: Henrik Toatubun
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kota Tual
