“PDI perjuangan menolak Pilkada dipilih oleh DPRD, karena kedaulatan tertinggi itu di tangan rakyat,” tegas Kasihiw.
Bintuni, suaradamai.com – Anggota DPRK Teluk Bintuni, Roland V. Kasihiw, menegaskan bahwa PDI Perjuangan berkomitmen meneguhkan posisi sebagai kekuatan politik yang berpihak pada kepentingan publik.
PDIP, lanjut Kasihiw, berdiri teguh bersama rakyat dan menjaga keberlanjutan perjuangan, demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan berkeadaban.
Menanggapi wacana Pilkada lewat DPRD, Kasihiw menegaskan bahwa kedaulatan tertinggi ada ada di tangan rakyat.
“Karena itu, PDI perjuangan menolak Pilkada dipilih oleh DPRD, karena kedaulatan tertinggi itu di tangan rakyat,” tegas Kasihiw, Selasa (13/1/2026).
“Jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka itu menentang prinsip kedaulatan rakyat. Sepenuhnya menjadi hak rakyat untuk dapat menentukan pemimpin daerahnya sendiri,” ujar Ketua Badan Kehormatan DPC PDIP Teluk Bintuni itu.
PDI Perjuangan, lanjut Kasihiw, harus menjaga rakyat, agar bisa memilih pemimpin nya sendiri.
Semangat ini, sambungnya, dinyatakan dalam tema HUT ke-53 PDI Perjuangan tahun ini, yakni “Satyam Eva Jayate” dengan sub tema “Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya”.
Satyam Eva Jayate merupakan istilah dalam Bahasa Sanskerta yang berarti “Kebenaran akan Menang” dan menjadi landasan moral yang berpegang pada ideologi Pancasila.
Usia 53 tahun, bagi Kasihiw, bukan sekadar penanda usia, melainkan rekam jejak konsistensi ideologis dalam memperjuangkan kedaulatan rakyat, keadilan sosial, dan demokrasi yang berakar pada nilai-nilai Pancasila.
Sebagai informasi, PDI Perjuangan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 dan dilanjutkan dengan rapat kerja nasional (Rakernas) di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, pada 10-12 Januari 2026.
Editor: Labes Remetwa





