Kerusakan ini tak hanya berdampak bagi siswa SD saja, tapi juga SMP. Sebab, ruangan kelas juga dipakai oleh SMP Negeri Kabalukin yang masih menumpang karena belum memiliki bangunan sekolah sendiri.
Dobo, suaradamai.com – Kondisi SD Kristen Kabalukin di Desa Kabalukin, Kecamatan Aru Selatan, Kepulauan Aru tampak sangat memprihatinkan.
Bagaimana tidak, sekolah yang menjadi tempat belajar bagi puluhan siswa ini terlihat rusak berat dari lantai hingga atap.
Kerusakan ini tak hanya berdampak bagi siswa SD saja, tapi juga SMP. Sebab, ruangan kelas juga dipakai oleh SMP Negeri Kabalukin yang masih menumpang karena belum memiliki bangunan sekolah sendiri.
Dari pantauan suaradamai.com, mayoritas ruangan kelas terlihat rusak parah. Plafon-plafon mulai lapuk dan terlepas, kayu-kayu penyangga atap seng lapuk, bahkan atap seng pun mulai karatan, bocor, dan terlepas.
Kaca-kaca pada jendela pun pecah. Sementara pintu-pintu kelas juga ikut rusak.
Kepala SD Kristen Kabalukin, Ester Kailey saat dikonfirmasi mengenai kerusakan sekolah mengaku sangat prihatin dengan kondisi demikian. Sebab ia baru saja dimutasi ke sekolah tersebut dan langsung menghadapi sekolah yang dalam keadaan rusak parah.
”Ternyata beta datang, sekolah ini dalam keadaan rusak. Jadi setiap kali katong (kita) belajar itu, pada saat hujan angin berarti kondisi suasana belajar sudah terganggu. Di situ katong sudah pulangkan anak-anak. Kalau panas katong bisa belajar dengan baik,” ungkap Kailey.
Tak hanya bilik kelas, ruang guru, perpustakaan bahkan toilet siswa pun mengalami kerusakan parah.
”Tiga bilik dipakai untuk belajar, tapi kalau hujan seng (tidak) bisa lae. Cuman dua bilik saja yang bagus. Lalu ruang kantor pun seng bisa untuk katong berteduh,” terang Kailey.
Padahal katanya, giat belajar dari anak-anak sekolah di Kabalukin sangat tinggi.
”Beta prihatin. Sekolah ini rusak parah, tapi anak-anak di sini sangat giat untuk belajar , tapi kondisi sekolah tidak mengizinkan untuk dong (mereka) belajar,” ucap Kailey.
Ia berharap, para pemangku kepentingan, pemerintah daerah bisa memberikan solusi atas masalah ini demi kenyamanan belajar anak-anak di Kabalukin.
”Sebagai pimpinan yang baru, beta mungkin ada permintaan, sapa tau katong dapat bantuan dari mana kah, mungkin pemerintah bisa bantu katong ka untuk rehab katong pung skolah ini. Beta sangat mengharapkan,” harap Kailey.
