“Kami akan memberikan bantuan kepada keluarga kita yang terkena musibah. Mudah-mudahan melalui bantuan ini, nantinya bisa membantu mereka,” ujar Bodewin.
Ambon, suaradamai.com – Pemerintah Kota Ambon menyiapkan bantuan kemanusiaan bagi warga korban kebakaran dan kerusuhan di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang menghanguskan 27 rumah warga pada Jumat (11/9/2026).
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat berbincang dengan wartawan di halaman Kantor DPRD Kota Ambon, Senin (14/9/2026).
“Kami akan memberikan bantuan kepada keluarga kita yang terkena musibah. Mudah-mudahan melalui bantuan ini, nantinya bisa membantu mereka,” ujar Bodewin.
Bantuan yang disiapkan berupa kebutuhan pokok, seperti beras dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Penyalurannya akan dikelola dan dilakukan melalui Dinas Sosial Kota Ambon agar dapat diterima warga yang membutuhkan.
Bodewin mengatakan, bantuan tersebut tidak perlu dilihat dari besar kecilnya nilai yang diberikan. Menurutnya, yang lebih penting adalah kepedulian dan ketulusan dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah.
“Bantuannya tidak mahal dan tidak seberapa. Tetapi jangan dilihat dari nilainya, melainkan dari ketulusan hati kami dalam memberikan,” ungkapnya.
Ia menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari semangat kebersamaan dan kepedulian antarsesama masyarakat di Maluku. Sebelumnya, Pemkot Ambon juga telah memberikan bantuan kepada korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kemarin kami memberikan bantuan kepada Nusa Tenggara Timur. Apa salahnya kita juga memberikan bantuan kepada Negeri Taniwel, SBB? Ini merupakan perhatian kita bersama dalam saling membantu dan melengkapi,” tegasnya.
Peristiwa yang terjadi di Taniwel pada Jumat (11/9/2026) tersebut mengakibatkan 27 unit rumah warga terbakar. Selain itu, satu sepeda motor turut terbakar dan empat warga dilaporkan mengalami luka akibat serangan senjata angin.
Pemkot Ambon berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal sekaligus menjadi wujud solidaritas dan kepedulian antardaerah di Maluku.
Bagi Bodewin, kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah merupakan bagian dari semangat persaudaraan yang perlu terus dirawat di tengah masyarakat.







