Yustina Ogoney Ajak Pemuda Putus Ketergantungan terhadap Bantuan

Dalam materi manajemen kepemimpinan di LDK IPPMU, Tokoh Perempuan Suku Moskona Yustina Ogoney, mengajak pemuda mengedukasi masyarakat agar mandiri secara ekonomi.


Bintuni, suaradamai.com – Tokoh Perempuan Suku Moskona, Yustina Ogoney, mengajak generasi muda memutus mata rantai ketergantungan masyarakat terhadap bantuan.

Ajakan ini disampaikan saat membawakan materi manajemen kepemimpinan pada Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Ikatan Pemuda Pemudi Moyeba Utara (IPPMU) di SP 5, Distrik Bintuni, Sabtu (12/9/2026).

Ogoney menyoroti kebiasaan masyarakat yang cenderung mendukung pemimpin berdasarkan seberapa sering memberi uang, bukan berdasarkan visi dan misi pembangunan daerah.

“Masyarakat kita itu melihat pemimpin yang ringan tangan untuk kasih uang. Sementara mereka tidak melihat pemimpin yang punya visi misi untuk membangun daerah,” ujarnya.

Ia mengatakan pola pikir tersebut tidak hanya terjadi pada level kepemimpinan tinggi, tetapi juga di tingkat kepala kampung dan kepala distrik.

“Jangankan untuk pemimpin di tingkat atas, tingkat bawah saja seperti kepala kampung, kepala distrik. Kalau yang jalan baru tidak kasih masyarakat uang, itu langsung sudah bicara-bicara di belakang,” katanya.

Ogoney menegaskan, tugas memutus ketergantungan tersebut ada di tangan generasi muda, karena pola pemberian uang oleh sebagian pemimpin justru menciptakan kondisi masyarakat yang enggan menilai pemimpin dari kinerja.

“Hari ini jadi tugas anak muda untuk kita memutuskan mata rantai itu,” ujarnya.

Ia mencontohkan pengalamannya sendiri di Distrik Merdey.

“Ada yang bilang, ‘kepala distrik ini boleh, dia biasa kasih uang, kalau kepala distrik ini tidak’. Saya bilang setiap kepala distrik beda. Saya tidak mau menciptakan ketergantungan di masyarakat,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Ogoney yang juga adalah Kepala Distrik Merdey, mengedukasi warganya untuk berjualan, alih-alih hanya menjadi pembeli atau penerima bantuan.

Salah satunya dengan menggagas program pemberdayaan lima pondok jualan pinang di Distrik Merdey, sebagai sarana edukasi kemandirian ekonomi bagi ibu-ibu setempat.

“Mama-mama di Merdey itu tidak tahu jualan. Saya siapkan lima pondok pinang. Setiap hari saya edukasi mereka terus,” ujarnya.

Ia berharap, generasi muda yang kelak diberi kesempatan memimpin dapat memanfaatkan kewenangannya untuk terus mengedukasi masyarakat menuju kemandirian finansial, meski proses tersebut kerap menuai kritik di awal.

Ogoney pun mengapresiasi inisiatif IPPMU menggelar LDK, dan menyebutnya sebagai contoh yang patut ditiru kepala kampung lain agar memberi ruang bagi anak muda untuk berkembang.

“Kegiatan LDK yang hari ini dilakukan itu sangat luar biasa. Ini bagian daripada pengembangan sumber daya manusia. Dan harus menjadi contoh untuk kepala-kepala kampung yang lain,” katanya.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Saudah Tuankotta Bantah Isu Kekayaan Hendrik Lewerissa Naik Usai Jadi Gubernur: “Itu Fitnah dan Hoaks”

Ambon, suaradamamai.com — Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Maluku...

Tiga Kali Rosario Itu Kembali ke Tempat yang Sama: Kisah di Balik Berdirinya Goa Maria Imakulata Kolser

Sebuah rosario hilang dan tiga kali ditemukan kembali di...

Bupati Teluk Bintuni dalam LDK IPPMU: Kaderisasi Pemuda Kunci Lahirkan Pemimpin

Pemimpin tidak lahir secara instan. Pesan itu disampaikan Bupati...

PLN Energi Gas Targetkan Infrastruktur Jangkau 11 Kabupaten/Kota di Maluku, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Berpotensi Terserap

Pengembangan infrastruktur gas di Maluku diarahkan tidak hanya untuk...