Di bawah terik matahari, suara mahasiswa menggema di depan Mapolda Maluku. Mereka tidak hanya berdemo, tapi juga membawa pakta integritas berisi enam komitmen penting
Ambon, Suaradamai.com – Aliansi Rakyat Maluku menggelar aksi solidaritas di depan Markas Polda Maluku, Senin (1/9/2025). Aksi ini menjadi ruang penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan sosial dan pemerintahan indonesia.
Massa yang didominasi mahasiswa menyerukan agar pemerintah lebih serius menangani masalah rakyat. Dalam aksi tersebut, Ketua Aliansi Rakyat Maluku Jihad Nahumarury membacakan Pakta Integritas yang berisi enam poin komitmen bersama antara Aliansi Rakyat Maluku, Polda Maluku, dan DPRD Provinsi Maluku.
Isi pakta integritas tersebut mencakup:
- Penghentian tindakan represif aparat terhadap aksi unjuk rasa.
- Transparansi penegakan hukum dengan menjunjung profesionalisme dan keterbukaan informasi.
- Pembebasan tanpa syarat dua aktivis lingkungan, Satria Ardi dan Husain Mahulauw.
- Evaluasi serta penertiban tambang ilegal di Maluku sesuai UU Minerba No. 3 Tahun 2020.
- Menjunjung asas persamaan di hadapan hukum dan menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis serta masyarakat sipil.
- Aliansi Rakyat Maluku akan menempuh langkah hukum, advokasi, hingga mobilisasi massa jika poin-poin tersebut tidak dijalankan.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto hadir langsung menemui massa aksi. Ia menyampaikan penghargaan kepada mahasiswa yang menyuarakan aspirasi dengan damai.
“Saya hormati dan cintai seluruh mahasiswa. Saya hadir di sini untuk duduk bersama, mendengar langsung aspirasi yang disampaikan,” kata Kapolda.
Aksi berlangsung kondusif hingga siang hari dengan pengamanan ketat 735 personel gabungan TNI-Polri. Kesepakatan tersebut rencananya akan dievaluasi secara berkala demi kepentingan masyarakat.





