Mengenakan kostum daur ulang, anak-anak di Kabupaten Teluk Bintuni berkampanye menolak sampah plastik dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Rabu (23/7/2025).
Bintuni, suaradamai.com – Ratusan anak di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, turun ke jalan dalam sebuah parade untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan.
Mengenakan kostum dari sampah plastik daur ulang, mereka berkampanye menolak sampah plastik dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Rabu (23/7/2025).
Parade yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Teluk Bintuni ini menjadi ajang kreatif bagi 248 siswa-siswi dari jenjang TK hingga SMA.
Mereka berjalan dari Mangrove Café, Kampung Lama, menuju Gedung Women and Children Center (WCC) sambil membawa poster berisi pesan lingkungan dan hak-hak anak.
Yang mencolok dari kegiatan ini adalah kostum yang dikenakan para peserta—seluruhnya hasil karya daur ulang dari limbah plastik yang dikumpulkan di lingkungan sekitar.
Kostum tersebut dibuat di sekolah masing-masing selama dua hingga tiga hari sebelum acara berlangsung.
“Pesan untuk masyarakat Bintuni, jangan lakukan kekerasan, kurangi sampah plastik, dan kita harus bersama menjadi Bintuni yang Serasi,” ujar Eva Biyanti (14), siswa SMP Negeri 2 Bintuni, di sela-sela pentas seni yang digelar sebagai penutup parade.
Kasih Misa Werluka (14), siswa SMP Negeri 1 Bintuni, juga menyuarakan pesan serupa, yakni berani melawan kekerasan terhadap anak dan pentingnya menjaga lingkungan.
“Jangan takut bila terjadi kekerasan seksual. Laporkan saja kepada guru, orangtua, dan orangtua yang ada di sekitar manapun. Jangan membuang sampah sembarangan. Karena kalau membuang sampah sembarangan, hidup kita tidak sehat. Bisa juga terjadi banjir. Makanya kita harus jaga lingkungan kita dimanapun kita berada,” ujar Kasih.
Editor: Labes Remetwa
