Ancaman Karhutla di Aru, Pemkab Siapkan Penanganan dan Imbau Warga Tak Sembarang Membakar

Bupati Kaidel juga mengimbau masyarakat agar menghentikan segala bentuk pembakaran lahan dengan alasan apapun.


‎Dobo, suaradamai.com – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kepulauan Aru kini mulai nyata seiring munculnya titik api (hotspot) di beberapa wilayah akibat musim kemarau panjang dalam beberapa pekan terakhir.

‎Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bergerak cepat dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Karhutla.

‎Rakor strategis ini dipimpin langsung Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda. Turut hadir Kabag Ops Polres Kepulauan Aru AKP Obed Nego Reimialy (mewakili Kapolres), Danlanal Aru Letkol Laut (P) Erwin Dwi Febrianto, Danyonif TP 912/Satria Jargaria Mayor Inf. Desta Dwihartanto, Kepala BPBD, Kadis Lingkungan Hidup, serta perwakilan pengusaha air tawar se-Kota Dobo.

‎Tiga Langkah Strategis Penanganan Karhutla

‎Dalam arahannya, Bupati Timotius Kaidel memaparkan tiga langkah taktis dan strategis untuk meredam potensi bencana yang lebih luas:

‎Status Kedaruratan Taktis: Pemkab akan segera menetapkan status kedaruratan taktis agar proses penanganan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan lintas sektor.

‎Pembentukan Posko Bersama: Mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 dengan memerintahkan BPBD, BPLH, TNI-Polri, hingga aparatur tingkat kecamatan dan desa untuk segera mendirikan posko bersama penanggulangan Karhutla.

‎Ketersediaan Logistik Air: Memastikan pasokan air tercukupi dengan menggandeng pengusaha air tawar se-Dobo guna menjamin suplai utama bagi armada pemadam kebakaran.

‎Selain itu, Bupati juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar menghentikan segala bentuk pembakaran lahan dengan alasan apapun.

‎Komitmen Penuh TNI-Polri dan Sektor Swasta

‎Jajaran TNI dan Polri menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan dan menanggulangkan ancaman Karhutla di lapangan.

‎Danlanal Aru Letkol Laut (P) Erwin Dwi Febrianto menegaskan bahwa pihaknya siap mengerahkan personel tanggap darurat gabungan bersama Unit Intel untuk melokalisir area terdampak di pesisir maupun daratan Dobo.

‎Lanal Aru juga menyiapkan unsur patroli laut guna mengawal distribusi logistik air antar-pulau agar tidak terhambat, sekaligus meningkatkan deteksi dini serta edukasi bagi masyarakat pesisir agar tidak membakar vegetasi pantai saat membuka lahan baru.

‎Dari sektor darat, kekuatan gabungan dari Polres Kepulauan Aru, Lanal Aru, dan Yonif 912/Satria Jargaria siap dikerahkan untuk pengamanan lapangan dan pemadaman langsung di titik-titik terdampak.

‎Sementara itu, dukungan signifikan datang dari para pengusaha air tawar se-Kota Dobo.

‎Mereka berkomitmen penuh untuk mengalokasikan cadangan air tawar dari sumur bor serta menyiagakan truk-truk tangki swasta untuk dimobilisasi sewaktu-waktu menuju lokasi kebakaran.

‎Para pengusaha hanya meminta kepastian teknis titik posko pengisian air agar pendistribusian tetap tertib tanpa mengganggu kebutuhan air bersih harian masyarakat Dobo.

‎Sinergi yang kuat antara Pemda, TNI, Polri, dan pengusaha lokal ini diharapkan mampu menjadi langkah preventif yang efektif untuk meminimalisir meluasnya Karhutla di Kepulauan Aru di tengah keterbatasan sarana prasarana pemadam di wilayah Dobo.


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Tak Penuhi Kewajiban Lingkungan, DLHP Hentikan Sementara Operasional Mie Gacoan Ambon

“Penegakan hukum lingkungan hidup bersifat ultimum remidium — pidana...

DPRD Maluku Bahas Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, Fiskal Daerah Jadi Perhatian

Dokumen tersebut akan dibahas bersama antara DPRD dan pemerintah...

Ketua DPRD Maluku Tekankan Kejelasan Pinjaman SMI, Ditetapkan Lewat Perubahan APBD

“Kita harus memastikan upaya bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan...

DPRD Maluku Tetapkan Agenda Masa Persidangan 2026–2027, Perubahan APBD 2026 Jadi Fokus

Watubun mengatakan, berbagai kegiatan pada Masa Persidangan III merupakan...