Rabu, Oktober 28, 2020

APBD Perubahan Ditetapkan, DPRD Minta Pemprov Maluku Bergerak Cepat

Nilai APBD Perubahan 2020 yang telah disepakati dalam rapat paripurna DPRD sebesar Rp 3,059 triliun.


Ambon, suaradamai.com – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Maluku sudah disahkan pada Selasa malam (6/10/2020) dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Maluku.

Rapat paripurna ke-4 masa sidang-III tahun 2020 itu, dipimpin Ketua DPRD Lucky Wattimury, didampingi Wakil Ketua l Melkias Sardekut, Wakil Ketua ll Rasyid Effendy Latuconsina dan Wakil Ketua III Asis Sangkala. Rapat tersebut dilaksanakan melalui teleconference atau virtual dengan Gubernur Maluku Murad Ismail.

Baca juga: DPRD Setujui Ranperda LPJ APBD Provinsi Maluku Tahun 2019 dengan Catatan

Wakil Ketua I DPRD Maluku Melkias Sardekut mengatakan, pada paripurna itu, APBD Perubahan tahun 2020 ditetapkan berdasarkan persetujuan semua fraksi di DPRD Maluku. Masing-masing fraksi juga memberi catatan dalam pandangan akhir fraksinya. Semua fraksi mendesak Pemda untuk bergerak cepat dalam hal anggaran, dan harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jadi semalam (Selasa) DPRD Provinsi Maluku telah menyelesaikan agenda penetapan APBD Perubahan tahun 2020. Tadi malam juga seluruh fraksi melalui juru bicara telah menyampaikan pandangan akhir lewat sebagian ada yang fisik dan virtual. Dan Pemda diwakili Pak Gubernur dan Sekda yang seluruh fraksi sudah menyatakan persetujuan untuk penetapan Rancangan APBD Perubahan 2020, menjadi peraturan daerah (Perda). Tinggal selanjutnya menjadi urusan Pemprov Maluku,” jelas Melkias kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2020).

Hasil penetapan, kata Melkias, nantinya akan disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk diketahui.

Melkias menambahkan, nilai APBD Perubahan 2020 yang telah disepakati dalam rapat paripurna DPRD sebesar Rp 3,059 triliun yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Baca juga: DPRD Maluku Apresiasi Tingginya Penyerapan APBD 2019

Dia menambahkan, selanjutnya DPRD akan fokus kembali untuk pembahasan APBD tahun 2021. Untuk itu, kata dia, sebaiknya Pemprov Maluku jauh-jauh hari sudah menyerahkan rancangan APBD 2021 kepada DPRD sehingga pihak legislatif punya cukup waktu untuk mempelajarinya. “Paling cepat dalam bulan berjalan atau paling lambat di awal bulan November,” tukasnya.

Dalam APBD Perubahan, tambah Melkias, sistim pengelolaan anggarannya akan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan, karena semua anggaran kegiatan harus bisa dijalankan setelah adanya  refocusing pasca pandemi Covid-19 dengan sasaran pada kegiatan padat karya yang dapat membantu pergerakan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Wattimury: Pemprov Akan Bentuk BUMD Tangani PI 10 Persen Blok Masela

Melkias memprediksi, dari sisi durasi waktu, yang hanya tinggal dua bulan kedepan, tidak akan cukup maksimal bagi Pemda Maluku untuk melaksanakan beberapa kegiatan. Meski begitu, diharapkan dapat pergerakan ekonomi tahun ini jadi momentum untuk pergerakan yang lebih efektif di tahun 2021.

“Jika dilihat waktu kita tidak panjang dan kami harap dampak dari Perubahan APBD ini dapat memberikan manfaat dalam kegiatan pembangunan yang sebelumnya sudah rencanakan,” harapnya.

Editor: Labes Remetwa


Melkias meminta Pemprov Maluku untuk menyerahkan rancangan APBD Induk 2021 jauh-jauh hari sebelum dilakukan pembahasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

KOMENTAR TERBARU