Aru Butuh Inovasi Kembangkan Pertanian, Sobat Tani Kompak Dorong Anak Muda Bikin Gebrakan!

Mengingat Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel sendiri tengah mengencarkan program ekonomi hijau untuk keberlanjutan ekonomi anak cucu Aru.


Dobo, suaradamai.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan tercapainya swasembada pangan nasional pada 7 Januari 2026, yang ditandai dengan penghentian impor beras dan cadangan beras di Bulog melampaui 3 juta ton.

Menjaga eksistensi ini, pemerintah terus mendorong penanaman padi di seluruh Indonesia, termasuk Kepulauan Aru.

Hal ini disambut baik oleh para Penyuluh Sobat Petani Kepulauan Aru.

Namun, para penyuluh sendiri mengalami beberapa kendala dalam mendampingi masyarakat.

Kordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Aru Tengah, Hendrikkus Anmama mengungkapkan, para penyuluh kerap menemui persoalan seperti terbatasnya transportasi hingga biaya bahan bakar. Mengingat Aru adalah gugusan pulau-pulau terpencil yang sulit dijangkau.

Apalagi permasalahan terbesar adalah kesadaran petani untuk mengembangkan pertanian hingga kurangnya penyuluh dan petani-petani inovatif.

Ia mengajak anak-anak muda untuk sama-sama melihat peluang emas Aru yang memiliki sumber daya pertanian melimpah. Juga inovasi dan kreativitas seperti para petani milenial di Jawa yang sukses.

Mengingat Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel sendiri tengah gencarkan program ekonomi hijau untuk keberlanjutan ekonomi anak cucu Aru.

“Jangan anak muda malu karena mungkin kerjanya petani, tapi kami mau sampaikan bahwa hasil dari pertanian bisa menjangkau segala aspek,” tutur Anmama.

sementara itu, penyuluh lainnya, Johanes Iwamony selain mengajak petani untuk sama-sama mendorong Kabupaten Kepulauan Aru Swasembada Pangan, Ia juga menantang anak-anak muda agar ikut bertani dengan inovasi-inovasi kekinian.

“Jangan malu menjadi petani, karena ide-ide, gagasan pemuda Kepulauan Aru, mungkin bisa lebih tajam,” ucapnya.

Senada dengan Iwamony, Dekson Dumgair, penyuluh di Desa Papakula juga menyampaikan hal yang sama.

“Saya mengajak bapak ibu kelompok tani, untuk kita memajukan pertanian di Kabupaten Kepulauan Aru, khususkan untuk anak-anak muda. Karena pertanian di Aru masih tertinggal. Kami selaku penyuluh mengajak anak-anak muda untuk bergabung memajukan swasembada pangan di Aru,” ajak Dumgair.

Sementara itu, Albertus Jahuy juga meminta perhatian khusus dari pemerintah pusat hingga daerah untuk berkolaborasi dengan penyuluh untuk melihat kendala-kendala di lapangan yang menghambat kemajuan pertanian.

“Dengan bahasa kecil saya, Aru ini kecil tapi nama harus besar. Jadi lewat menggenjot pertanian di Kepulauan Aru ini dapat mempromosi kemajuan di Aru. Jangan kita melihat dari sisi perikanan saja tapi pertanian ini sangat membantu petani di desa untuk menunjang perekonomian. Mungkin dengan pertanian ini bisa membantu setiap kebutuhan-kebutuhan di desa,” pungkas penyuluh pertanian itu.


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Aru Swasembada Pangan Lewat Padi Ladang, Penyuluh Ajak Masyarakat Genjot Pertanian untuk Ekonomi Berkelanjutan

“Saat musim angin barat ataupun timur, masyarakat sudah ada...

Bupati Manibuy Larang Penjualan Miras dan Operasional Tempat Hiburan Selama Ramadan 2026

Bupati Manibuy menegaskan, pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dikenakan...

Penyuluhan dan Aksi Bersih Pantai oleh Satgas TMMD untuk Jaga Laut Aru

Usai pelaksanaan penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi pembersihan pantai...

Keren, Satgas TMMD dan Warga Lembur Pasang Bata demi Rumah Layak Huni Segera Kelar

Kepala tukang, Serka Bonefasius Borlak mengambil keputusan untuk melanjutkan...