Atikoh Cerita Sikap Anti Korupsi Saat Jadi Istri Gubernur, Tak Campuri Urusan Ganjar

Ikuti suaradamai.com di

Dalam acara Sarasehan Ibu Bersama Rakyat: Memperingati Hari Antikorupsi, di Pullman Hotel, Jakarta baru-baru ini, Siti Atikoh mengungkapkan tipsnya dalam menerapkan budaya anti korupsi.


Jakarta, Suaradamai.com – Korupsi telah menjadi masalah serius di Indonesia. Hal ini tercermin dari banyaknya kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik.

Namun, ada juga pejabat publik yang berkomitmen untuk memerangi korupsi, salah satunya adalah Siti Atikoh, istri Gubernur Jawa Tengah ke-15 Ganjar Pranowo yang baru saja purna tugas.

Dalam acara Sarasehan Ibu Bersama Rakyat: Memperingati Hari Antikorupsi, di Pullman Hotel, Jakarta baru-baru ini, Siti Atikoh mengungkapkan tipsnya dalam menerapkan budaya anti korupsi.

“Saya memulainya dari hal sederhana,” kata Siti Atikoh.

“Saat berkunjung ke pameran UMKM, saya tidak menerima pemberian hadiah. Kalau saya ingin membeli produk UMKM, saya akan membelinya. Saya tidak mau menerimanya secara gratis,” ucapnya lagi.

Istri dari capres nomor urut tiga itu juga mengaku tidak pernah mau ditraktir oleh orang lain.

“Saat bepergian, saya tidak mau ditraktir, apalagi kalau pergi sama anak buah. Masa bosnya yang ditraktir? Harusnya bos yang traktir,” ujarnya.

Selain itu, Siti Atikoh juga sering mendapat godaan untuk terlibat dalam korupsi, seperti lelang jabatan atau pengambilan keputusan untuk kepentingan suatu pihak. Namun, dia selalu menolaknya.

“Ada beberapa yang mencoba mendekati saya untuk bisa mempengaruhi kebijakan, mempengaruhi pengambilan keputusan dari Mas Ganjar atau dinas SKPD yang terkait,” kata Siti Atikoh.

“Tapi saya selalu menolaknya. Saya tidak mau terlibat dalam korupsi,” tambahnya.

Ikuti suaradamai.com di

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU