Belum Capai 50 Persen, PAD Malra Terusik Pandemi Covid-19

Menurut Tamnge, di tengah kondisi saat ini, pihaknya optimis untuk terus bekerja secara optimal demi menarik pendapatan daerah.


Langgur, suaradamai.com – Pandemi Covid-19 mengganggu semua sektor seperti pariwisata, perhubungan, perdagangan, dan lainnya sehingga berimbas pada target Pendapatan Asli Daerah ( PAD) Kabupaten Maluku Tenggara ( Malra).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Malra, Theresia Tamnge mengakui hal tersebut dan menjelaskan, pihaknya telah berupaya maksimal dengan melakukan pengawasan terhadap proses pembayaran pajak baik offline maupun online.

“Sejak bulan Januari hingga bulan Juli, kami terus melakukan pengawasan hingga turun lapangan, ke rumah-rumah makan untuk mengawasi penggunaan alat smart registration,” jelas Tamnge di ruang kerjanya, Rabu(14/7/2021).

Sebanyak 10 personil dengan dua shift, kata dia, selalu melakukan mobile pengawasan di rumah-rumah makan maupun usaha lain, sehingga penggunaan alat pembayaran pajak dapat optimal. Adapun pengawasan di pasar untuk retribusi tetap berjalan dengan baik,” ujar Tamnge.

Menurut Tamnge, di tengah kondisi saat ini, pihaknya optimis untuk terus bekerja secara optimal demi menarik pendapatan daerah.

“Maluku Tenggara memiliki banyak potensi. Kedepan, kami rencanakan untuk menyiapkan data proyek pembangunan dari APBN yang belum dilakukan pemotongan ke daerah. Hal itu akan kami bahas bersama pimpinan di Ambon agar segera diproses sehingga itu masuk ke pendapat daerah,” ungkap Kadis.

Kondisi PAD Maluku Tenggara saat ini, menurut Theresia belum mencapai 50 Persen akibat kondisi pandemi Covid-19. Walau demikian, grafik pengumpulan PAD pada bulan Mei dan Juni mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.

“Dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, setiap usaha dibatasi hingga jam 8 malam. Memang ada kendala namun kita tetap optimis PAD Malra akan meningkat apalagi dua bulan terakhir ada peningkatan. Saat ini diperlukan usaha kita bersama bukan hanya kami,” pungkas Tamnge.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU