BPBD Ambon Latih Kelompok Manajemen Masyarakat Siaga Bencana Hadapi Banjir dan Longsor

Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama dua hari dan diikuti 45 orang perwakilan Kelompok Masyarakat Siaga Bencana dari Desa/Negeri dan Kelurahan.


Ambon, suaradamai.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon melaksanakan kegiatan Pelatihan Manajemen Kelompok Masyarakat Siaga Bencana Program Flood Management in Selected River Basin (FMSRB).

Pelatihan tersebut dalam rangka meningkatkan kapasitas semua stakeholder Kota Ambon, terutama masyarakat, terkait mitigasi bencana banjir dan longsor.

Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse, dalam sambutan pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Manise, Kamis (31/3/2022) itu, menjelaskan bahwa FMSRB yang didanai Asian Development Bank, merupakan kegiatan yang mengarah pada perubahan paradigma dari kegiatan yang berorientasi pada proyek pengendalian banjir, yang meliputi cara-cara struktural ke orientasi pengelolaan banjir yang terintegrasi.

“FMSRB menyediakan paduan yang sesuai antara intervensi non struktural, peningkatan kapasitas kelembagaan serta kegiatan konstruksi untuk mitigasi bencana banjir dan longsor,” ujar Sekkot.

Menurut Sekkot, penduduk di daerah dataran banjir akan menjadi pengambil manfaat utama dari kegiatan ini, dengan menempatkan masyarakat dan kelembagaannya sebagai aset dan mitra dalam proses mitigasi bencana melalui kemitraan dengan stakeholder lainnya.

Pengurangan resiko bencana dalam FMSRB, lanjut Rirmasse, menjadi pendekatan yang dianggap tepat, mengingat masyarakat adalah pihak yang paling rentan saat terjadi banjir.

“Peran masyarakat dalam mitigasi banjir dan longsor menjadi penting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana,” tandas Ririmasse.

Sekkot menyadari bahwa kemampuan masyarakat dalam mitigasi bencana banjir dan longsor masih relatif lemah. Sebab itu, melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan kemampuan masyarakat akan semakin meningkat.

Di tempat yang sama, Sekretaris BPBD Kota Ambon Eva Tuhumury dalam laporan kegiatannya menjelaskan, Kegiatan FMSRB Tahun 2022, direncanakan berlangsung selama dua hari dan diikuti 45 orang perwakilan Kelompok Masyarakat Siaga Bencana dari Desa/Negeri dan Kelurahan.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...

Polikant Raih Predikat Baik Sekali Simkatmawa 2025, Wadir III: ke Depan Harus Unggul

Ia berharap, karena Polikant hari ini telah mencapai predikat...

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...