BPIP Ajak Pemuda Katolik Jaga NKRI dan Pancasila di Tahun Pemilu 2024

“Tahun politik di Indonesia ini merupakan momentum yang sangat baik untuk melakukan panggilan itu di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ucap Benny.


Solo, Suaradamai.com. – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo mengajak semua pemuda Katolik menjadikan Tahun Pemilu 2024 sebagai momentum untuk menjaga NKRI dan mempertahankan Pancasila.

Hal itu disampaikan Benny dalam seminar nasional bertema “Politik Kaum Muda Katolik ditinjau dari Perspektif Gereja” di Catholic Center, Kota Medan, Sumatera Utara baru-baru ini.

Ajakan tersebut dilontarkannya ke pemuda Katolik karena menurutnya tahun 2024 berpotensi terjadi politisasi dan perpecahan akibat situasi politik di Indonesia.

“2024 akan menjadi tahun politik magis, yang penuh kekerasan, penuh manipulasi agama, memecah belah masyarakat dan mengancam keutuhan negara serta eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia,” ujar Benny, mengutip Tempo.

Benny kembali mengingatkan para pemuda Katolik di era kolonialisme Belanda yang ikut berjuang demi tercapainya kemerdekaan Indonesia.

“Yos Sudarso misalnya. Tetapi semenjak masa Orde Baru, umat Katolik malah bermain di lapangannya sendiri. Sibuk sendiri dengan urusan altar, dan tidak masuk ke dalam massa. Orang Katolik berubah menjadi pragmatis,” tutur dia.

Benny melanjutkan, umat Katolik mestinya dapat mencontohi Romo Mangun. “Romo Mangun menyadari bahwa gereja Katolik dapat tumbuh menjadi kepompong, kehilangan budaya kritis dan membaca, sehingga umat menjadi tidak berani keluar, berpikir instan, hanya berteori, tetapi tidak mau melakukan aksi,” ucapnya.

Umat Katolik sebagai pengikut Yesus Kristus mestinya harus berani memanggul salib. Menjalani peran sebagai terang dan garam dunia. Menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini.

 “Tahun politik di Indonesia ini merupakan momentum yang sangat baik untuk melakukan panggilan itu di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ucap Benny.

Salah satu tugas penting bagi umat Katolik yakni mempertahankan Pancasila. Dasar Negara Indonesia ini, kata Benny, cerminan hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesama manusia.

Menurutnya, saat manusia beriman dan mencintai Tuhan, dia akan mencintai sesamanya.

“Karena mencintai sesamanya, dia akan menghargai hak dan kewajiban sesamanya, sehingga menciptakan persatuan dan keadilan sosial. Ini adalah habituasi Pancasila,” terangnya.

Untuk itu, Benny kembali menyerukan agar umat Katolik tidak diam dan menjadi pragmatis. Sebaliknya harus siap menjaga Pancasila dan NKRI.

“Jangan kita menyembunyikan talenta kita karena kita minoritas. Mari usahakan talenta tersebut demi perdamaian dan keadilan sosial di Indonesia,” kata dia.

Sementara itu, Walikota Medan M. Bobby Alif Nasution yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan, anak muda Katolik bisa menciptakan sejarah baru.

“Kaum muda bisa menciptakan jalur politik baru. Bisa menciptakan tren politik baru. Ayo, buat kesempatan di dunia politik. Program-program pemerintah bisa berjalan dengan baik jika kaum muda melek dan mengerti politik,” katanya.

Kerja sama antara gereja dan kaum muda, lanjut Bobby, dapat menciptakan situasi yang kondusif dalam melaksanakan program-program pemerintah.

“Program-program pemerintah bergantung sekali dengan peran rumah-rumah ibadah, seperti gereja, dan umat, termasuk kaum mudanya, untuk bisa menciptakan karakter persatuan dan berpolitik bersama-sama. Karakter-karakter tersebut menciptakan suasana kondusif untuk pemerintah dapat menjalankan program-program tersebut, sehingga menciptakan kedamaian,” ujarnya.

Seminar nasional ini dihadiri oleh berbagai kalangan dari umat Katolik, mulai dari biarawan dan biarawati, tokoh-tokoh agama Katolik, dan juga mahasiswa di daerah Medan dan sekitarnya, termasuk dalam provinsi Sumatera Utara, dengan jumlah sekitar 600 orang.

Selain BPIP dan Wali Kota Medan, seminar ini turut menghadirkan narasumber Yunarto Wijaya (Direktur Eksekutif Charta Politika) dan dibukat oleh Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Agung Medan (KAM), RP. Yosaf Ivo Sinaga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU