Bupati Malra Sesali Delapan Warga Ohoi Wirin yang Nekad ke Zona Merah

Delapan pelaku perjalanan tersebut sementara dikarantina selama 28 hari.


Langgur, suaradamai.com – Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun – juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Malra – mengungkapkan kekecewaan terhadap tindakan tidak terpuji yang dilakukan delapan warga Ohoi Wirin, Kecamatan Hoat Sorbay. Pasalnya mereka nekad langgar lautan, ke zona merah Covid-19 di Kesui, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Ungkapan penyesalan bupati disampaikan saat menjadi narasumber pada dialog interaktif RRI Tual, Senin (8/6/2020).

Delapan orang itu secara diam-diam berlayar ke Pulau Kesui, Seram Bagian Timur, untuk melayat keluarga yang meninggal.

Bupati kesal karena mereka hanya mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan masyarakat banyak.

Bupati sudah memerintahkan kepala Ohoi Wirin untuk melakukan karantina selama 28 hari terhadap delapan pelaku perjalanan tersebut.

“Alhamduliah, puji Tuhan, sampai saat ini kita masih berada di zona hijau karena itu saya sangat mengharapkan kesadaran masyarakat agar tetap setia melaksanakan protokol kesehatan,” pinta bupati.

Untuk diketahui, Maluku Tenggara termasuk dalam 102 daerah di nusantara yang akan menerapkan New Normal (kehidupan normal yang baru). Sebelum penerapan kebijakan itu, Gustu Covid-19 Malra sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

New normal adalah kebijakan pemerintah dalam rangka membuka kembali aktivitas ekonomi dan pelayanan publik secara normal berdasarkan protokol kesehatan,” jelas Bupati.

Hingga saat ini, Senin (8/6/2020) Pemda Malra melalui GTPP Covid-19 Malra telah melakukan sosialisasi new normal kepada para camat, kepala ohoi, kepala sekolah dan tokoh masyarakat di 11 kecamatan di Bumi Larvul Ngabal.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU