“Mari katong (kita) bersabar, karena ini katong DPRD bersama Pemda lagi berpikir dan berusaha menyelesaikan persoalan ini,” pinta Udin.
Dobo, suaradamai.com – Ketua DPRD Kepulauan Aru, Fenny Silvana Loy, dan sejumlah pimpinan dan anggota DPRD menerima aksi sekelompok mahasiswa dan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masa Depan Jargaria (ASA-Jar) di depan Kantor Bupati, Selasa (9/9/25).
ASA-Jar datang untuk menuntut pemerintah daerah (Pemda) dan DPRD segera melunasi hutang beasiswa yang berdampak pada penyelesaian studi mahasiswa Aru di sejumlah perguruan tinggi.
Dengan seruan “Kami bukan anak tiri di Tanah Aru”, masaa menyampaikan aspirasi mereka meski diguyur hujan.
“Jadi katong (kita) mau bertanya, siapa yang mau bertanggung jawab atas semua persoalan beasiswa ini? Siapa yang mau bayar?” tanya salah satu demonstran yang menyampaikan aspirasi.
Sebagian massa juga menyerukan “Katong (kami) bukan anak tiri di sini.”
Wakil Ketua DPRD, Udin Belsigaway menjawab pertanyaan masa ” Terkait dengan pertanyaan yang ditanyakan bahwa apakah kalian itu anak Aru apa tidak? Saya mau sampaikan bahwa saudara-saudara adalah asli anak Aru,” tegas Udin.
Ia kemudian mengatakan, DPRD dan pemerintah daerah akan bertanggung jawab dengan apa yang dituntut hari ini.
Ia menekankan bahwa program yang dijalankan pemerintah daerah bukan hanya tanggung jawab bupati, wakil bupati, atau bupati sebelumnya.
“Tapi adalah tanggung jawab kita semua,” ucap Udin.
Ia mengajak semua pihak bersabar atas proses penyelesaian persoalan beasiswa tersebut.
“Mari katong (kita) bersabar, karena ini katong DPRD bersama Pemda lagi berpikir dan berusaha menyelesaikan persoalan ini,” pinta Udin.
Ia mengulang kembali pernyataan Wakil Bupati Muhammad Djumpa bahwa Bupati Timotius Kaidel telah membentuk tim untuk menyelesaikan persoalan ini “Pemda sudah bertindak, jadi katong tunggu waktunya, nanti dicek,”
Lanjut Udin, semua hibah sementara dihentikan untuk untuk bagaimana menghitung kembali sehingga dapat menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kita sementara dalam proses pembahasan Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis Semester II APBD Tahun Anggaran 2025. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah selesai, supaya katong bisa lanjut lagi dengan APBD Perubahan. Kalau sudah lanjut dengan itu, maka hal-hal yang disampaikan itu (tuntutan) bisa diputuskan,” paparnya.
Politisi NasDem itu kembali menekankan pentingnya kesabaran menanti semua proses dan usaha penyelesaian persoalan ini.
Aksi ini berjalan kondusif. Para pimpinan dan anggota DPRD tetap standby mendengar pemyampaian aspirasi meski diguyur hujan.
Catatan redaksi:
Demonstrasi merupakan hak setiap warga negara di negara demokrasi. Namun alangkah eloknya jika dilakukan dengan damai dan tertib, tanpa merusak fasilitas umum, apalagi menjarah.
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru.





