Ambon, suaradamai.com – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Nita Bin Umar, meminta dinas teknis terkait lebih rutin menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Ambon.
Menurut Nita, berdasarkan pantauannya langsung di Pasar Mardika Ambon, harga sejumlah komoditas strategis hingga kini masih relatif stabil. Namun ia mengingatkan, potensi kenaikan tetap terbuka seiring meningkatnya permintaan masyarakat saat memasuki Ramadhan.
“Saya cukup sering turun langsung ke pasar. Untuk saat ini harga kebutuhan pokok masih tergolong stabil. Misalnya bawang merah dan bawang putih masih di kisaran Rp45.000 per kilogram. Tomat ukuran besar juga masih stabil, walau tomat kecil ada sedikit kenaikan,” ungkapnya kepada wartawan di Baileo Rakyat Karpan Ambon, Kamis (25/2).
Kendati kondisi pasar terpantau normal, politisi itu mengingatkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya tren kenaikan harga menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri. Karena itu, langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini.
“Sekarang memang belum ada lonjakan signifikan. Tapi biasanya mendekati Ramadhan permintaan meningkat, dan itu bisa memicu kenaikan harga kalau tidak diantisipasi,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pengawasan distribusi serta ketersediaan stok bahan pokok di pasaran. Menurutnya, kelangkaan stok menjadi salah satu faktor utama yang mendorong melonjaknya harga.
“Kalau stok menurun, harga pasti naik. Jadi dinas terkait harus memastikan pasokan tetap aman. Operasi pasar harus rutin dilakukan agar masyarakat tidak terbebani,” tegasnya.
Nita berharap pemerintah daerah melalui instansi teknis dapat memperkuat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha, sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat bisa menjalani Ramadhan dengan tenang tanpa dihantui lonjakan kebutuhan pokok.









