Disperindag Tual Tertibkan Sembilan Pedagang BBM

“Perizinan BBM itu tidak seperti perizinan sembako, karena harus ada izin lokasi, harus ada izin menyimpan, terlalu banyak perizinan yang harus disiapkan oleh para pelaku usaha,” jelas Kadis.


Tual, Suaradamai.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tual menertibkan sembilan pedagang bahan bakar minyak (BBM) di sepanjang pantai dumar.

Hal ini dilakukan karena ke-9 pedagang ini sudah tidak diperbolehkan lagi, untuk melakukan perdagangan karena terkendala masalah perizinan.

Para pedagang tersebut mempunyai izin menjual bahan bakar minyak di lokasi Fidabot, tetapi telah berpindah ke sepanjang pantai dumar.

Penjelasan ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tual Darnawati Amir, saat dihubungi wartawan via telepon seluler, Selasa (14/9/2021).

“Disini kami mencoba mencari solusi yang terbaik bagi pelaku BBM sebanyak 9 orang yang jualan bbm-nya itu di seputar pantai Dumar, dari hasil pengawasan kita memang tidak ada satupun yang memiliki kelengkapan surat ijin, yang ada itu adalah ijin penjualan di wilayah fidabot, tetapi ketika dia bergeser dari lokasi itu, harus melakukan perizinan baru,” tegad Amir.

Amir juga menanbahkan, untuk perizinan penjualan bahan bakar minyak, tidak sama seperti izin penjualan sembako, karena banyak yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin tersebut.

“Perizinan BBM itu tidak seperti perizinan sembako, karena harus ada izin lokasi, harus ada izin menyimpan, terlalu banyak perizinan yang harus disiapkan oleh para pelaku usaha,” jelas Kadis.

Amir menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada 9 pelaku usaha BBM tersebut, untuk kedepannya berhenti menjual BBM, atau memulai usaha yang berbeda di lokasi saat ini, semisalnya dengan membuka warung sembako.

Amir menegaskan, pihaknya akan terus menertibkan sektor perindustrian dan perdagangan, agar berdampak bagi kemaslahatan masyarakat kota Tual ke depannya.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU