Disperindagkop dan UKM Bintuni Terus Pantau Distribusi BBM di Bulan Ramadhan

Pemkab Bintuni, kata Bandi, sementara berupaya menambah jumlah SPBU. Pemkab saat ini hanya terkendala dengan urusan pelepasan tanah.


Bintuni, suaradamai.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Teluk Bintuni terus mengawasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

Kepala Disperindagkop UKM Yulius Bandi menjelaskan, sejak Maret lalu, ia telah mengadakan pertemuan dengan Kepala Pertamina Sorong dalam rangka menyiapkan kuota BBM jenis Biosolar, Dexlite, Pertalite, dan Pertamax, di setiap SPBU baik yang digital maupun SPBU manual.

Bandi menyebut harga BBM di Bintuni: Biosolar dijual dengan harga Rp5.500 per liter, kemudian Dexlite Rp13.500 per liter, Pertalite Rp7.650 per liter, dan Pertamax Rp13.500 per liter.

Menurut Bandi, kenaikan harga BBM sejak 1 April lalu menyebabkan antrean panjang di SPBU, terutama SPBU Kompleks Tanah Merah Distrik Bintuni Timur.

Ia menambahkan, kemampun SPBU yang ada di Teluk Bintuni sekarang belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lancar.

Sebab itu, Pemkab Bintuni, kata Bandi, sementara berupaya menambah jumlah SPBU. Pemkab saat ini hanya terkendala dengan urusan pelepasan tanah.

Bandi pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni untuk secara besama-sama melakukan pengawasan dan pantauan terhadap penyaluran BBM di Tanah Sisar Matiti.

“Seperti terjadinya kelangkaan BBM untuk melapor kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, untuk bisa segera dicarikan solusi melalui,” kata Bandi.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU