Tiga Ranperda dimaksud meliputi Ranperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal, Ranperda Penyelenggaraan Rumah Kost, serta Ranperda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Ambon, suaradamai.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon menggelar Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, Selasa (31/03/2026). Paripurna ini menjadi ruang penting bagi Pemerintah Kota Ambon untuk menyampaikan capaian kinerja sekaligus arah kebijakan pembangunan ke depan.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga mengajukan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategis.
Tiga Ranperda dimaksud meliputi Ranperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal, Ranperda Penyelenggaraan Rumah Kost, serta Ranperda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Wattimena menegaskan, penyampaian LKPJ merupakan amanat konstitusi sekaligus bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada DPRD dan masyarakat.
“Pemerintah Kota Ambon terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis demi kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti ketidakpastian ekonomi dan dampak perubahan iklim.
Sepanjang tahun 2025, lanjutnya, Pemkot Ambon menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya inflasi, fluktuasi harga pangan, hingga dampak perubahan iklim yang kian nyata. Di sisi lain, stabilitas keamanan pasca Pemilu 2024 tetap terjaga dan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan.
Pemerintah kota juga terus mendorong transformasi digital, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan ekonomi kreatif sebagai identitas Kota Ambon.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkot Ambon menetapkan 17 program prioritas pembangunan. Pada sektor infrastruktur dan pelayanan dasar, dilakukan pengembangan jaringan air minum di sembilan lokasi, perbaikan sistem limbah dan sanitasi, serta dukungan pembangunan infrastruktur di 16 titik dari pemerintah pusat.
Pengelolaan lingkungan turut diperkuat melalui penambahan fasilitas seperti kompresor dan excavator, serta pembangunan sarana pengendalian banjir.
Salah satu capaian yang disoroti adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Jika sebelumnya persoalan sampah lebih banyak dibebankan kepada pemerintah, kini mulai tumbuh kesadaran kolektif bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama.
Gerakan “Ambon Hijau dan Bersih” terus digencarkan melalui kerja bakti rutin dan penanaman pohon di berbagai wilayah kota.
Di sektor transportasi, pemerintah melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan pada 12 ruas utama, serta mengembangkan layanan transportasi publik guna mengurai kemacetan.
Sementara di sektor ekonomi dan perdagangan, dilakukan pembangunan pasar modern serta peningkatan fasilitas pasar tradisional. Berbagai program pemberdayaan juga dijalankan, di antaranya bantuan bagi 50 koperasi dan 30 UMKM, dukungan terhadap 715 pengusaha muda, bantuan alat perikanan bagi lebih dari 1.400 nelayan, serta pelatihan komputer bagi masyarakat termasuk penyandang disabilitas.
Dalam bidang pelayanan publik, Pemkot Ambon mencatat sejumlah capaian positif. Sebanyak 95 persen dari 321 pengaduan masyarakat berhasil ditindaklanjuti. Indeks Pelayanan Publik mencapai 79,28, dengan tingkat kepatuhan sebesar 94 persen, serta meraih peringkat pertama dari 13 kabupaten/kota se-Provinsi Maluku.
Program sosial juga terus digulirkan, meliputi bantuan bagi keluarga miskin, pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi, hingga pemberdayaan penyandang disabilitas.
Menutup penyampaiannya, Wattimena berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat terus diperkuat demi mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan kebersamaan, kita optimistis Ambon dapat terus berkembang menjadi kota yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.
