Golkar Blak-Blakan Usung Tujuh Nama Di Pilgub Maluku

“Intinya adalah ketujuh orang ini harus menggunakan sarana yang dimiliki oleh sistem Partai Golkar,”sebutnya.


Ambon,suaradamai.com – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Maluku telah selesai dilaksanakan, dan telah berhasil merumuskan berbagai keputusan-keputusan politik penting terkait dengan Pilpres, Pemilukada  dan Pilegis 2024.

Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Ramly Umasugi, mengatakan, agenda utama Rakerda adalah mengusung Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sebagai calon Presiden dalam Pilpres 2024 nanti.

“Khusus untuk  pilkada, Partai Golkar di seluruh Kabupaten Kota telah melakukan teleskoping tokoh-tokoh potensial, baik dari internal partai Golkar atau kader bangsa potensial yang memiliki komitmen masa depan dengan partai golkar untuk kemudian direkomendasikan menjadi bagian dari pada proses perjuangan partai Golkar di masa depan,”jelas Umasugi di kantor DPD Golkar Maluku usai Rakerda, Selasa (28/09/2021).

Menurutnya, terkait pemilihan kepala daerah Gubernur, 11 Kabupaten Kota dan seluruh ormas yang berada dalam partai Golkar telah merekomendasikan secara resmi dan mendukung tujuh nama untuk maju dalam perhelatan Pilgub di 2024.

“Tujuh nama yang diusung  adalah Jeffry Apoly Rahawarin, Febry Calvin Tetelepta,  Hamzah Sangadji,  Ramly Umasugi,  Said Assagaf, Asis Samual, Abdul Mukti Keliobas sebagai bakal calon Gubernur atau bakal calon wakil gubernur,”terangnya.

Ia mengatakan, dalam proses nanti, DPD II se-Maluku berserta seluruh ormas yang bernaung dalam Partai Golkar akan berjuang bersama untuk mewujudkan siapapun diantara tujuh nama yang nantinya dalam elaktabilitasnya memenuhi persayaratan dan direkomendasikan oleh DPP Partai Golkar.

“Pesan politik ini penting untuk disampaikan dan diketahui oleh seluruh kader Partai Golkar di seluruh Maluku untuk menyatakan sikap Politik Partai Golkar di Pilkada Gubernur 2024 nanti,”tandasnya.

Munculnya nama Gubernur Maluku periode 2014-2019, Said Assagaf dalam ketujuh nama yang direkomendasikan untuk maju dalam perhelatan Pilgub 2024, menurut Umasugi, Partai Golkar tidak menafikan bahwa sampai hari ini keberhasilan seorang Said Assagaf dalam memimpin Maluku itu masih menjadi magnet untuk kalangan tertentu. Untuk itu, berdasarkan respon publik atas kerinduan mereka dalam kepemimpinan Said Assagaf,  kemudian DPD II se-Maluku merekomendasikan itu berdasarkan usulan-usulan yang di dapati di setiap kabupaten kota.

“Kita tahu benar bahwa rekam jejak Said Assagaf bukan rekam jejak yang biasa, yang bisa dihitung dengan politisi biasa. Tentunya rekam jejak birokrasi, rekam jejak beliau saat menjadi Wakil Gubernur sampai dengan Gubernur menjadi sebuah pertimbangan yang matang dari Partai Golkar untuk kemudian merekomendasikan kembali nama beliau dari 7 nama yang telah di putuskan tadi,”tegasnya.

Umasugi yang juga Bupati Buru menjelaskan, intinya adalah Partai Golkar ingin menang Pilgub Maluku, sehingga tujuh orang yang direkomendasikan itu akan kemudian melakukan koordinasi, komunikasi dan bekerja secara sistimatis dengan menggunakan sistem dan infrastruktur yang ada di Partai Golkar.

“Jadi tidak bergerak secara parsial tujuh orang yang direkomendasikan ini akan langsung bermain, berjuang di dalam sistem yang dimiliki oleh partai golkar, baik ormas yang ada didalam partai golkar maupun DPD II se-Maluku. Sehingga pergerakan ini tidak dilakukan secara parsial tetapi pergerakan ini dilakukan menggunakan sistem yang dimiliki oleh partai golkar,”ungkapnya.

Manejemen survei juga akan dilakukan untuk menguji elaktibilitas dan elektoral dari tujuh orang tersebut, yang nantinya akan di rekomendasikan.

“Intinya adalah ketujuh orang ini harus menggunakan sarana yang dimiliki oleh sistem Partai Golkar,”sebutnya.

Umasugi menegaskan, Partai Golkar optimis dalam pilkada 2024  akan kembali merebut kursi gubernur di Provinsi Maluku, sehingga tidak ada alasan untuk kemudian kader partai merasa ragu-ragu atas apa yang menjadi keputusan hari ini, karena keputusan ini adalah benar-benar keputusan yang menjadi aspirasi dari seluruh kabupaten kota.

“Final bahwa Partai Golkar tidak merekomendasikan Gubernur incumbent,”tutupnya.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU