Ini Makna Nomor Urut 1 Untuk Bormasa – Serin

Saumlaki, Suaradamai.com – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar yang diusung Partai Demokrasi Pembangunan Indonesia (PDIP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Adolof Bormasa-Hendrikus Serin, mendapatkan Nomor Urut 1 dalam pleno pengundian dan penetapan nomor urut Paslon tahun 2024 oleh KPU KKT, Senin (23/09/2024).

Bagi Paslon dengan Jargon BARSI Bro, nomor urut 1 mengandung makna yang cukup penting dalam kontestasi lima tahunan ini.

“Nomor 1 bagi kami memiliki arti sebagai kekuatan dan persatuan sehingga dengan mendapatkan nomor urut 1 mencerminkan satu untuk semua, semua untuk satu untuk KKT,” tandas Bormasa.

Menurut dia, filosofi dari nomor urut 1 adalah tentang Tanimbar yang tidak bisa dipecah belah. Tanimbar yang rukun satu dengan yang lainnya.

“Tanimbar bukan milik satu orang, tetapi semua yang cinta daerah ini. Nomor 1 artinya selalu bersatu. Tanimbar tidak bisa dipisahkan oleh apapun,” tuturnya.

Dalam pengambilan nomor urut paslon ini, Bormasa-Serin diantar oleh para pengurus partai pengusung maupun simpatisan pendukungnya. Mereka berangkat dari rumah sekretariat pemenangan Jalan Ir.Soekarno menuju ke kantor KPU sebagai lokasi pengambilan nomor urut dengan berjalan kaki bersama.

Adapun rival Bormasa=Serin yakni Paslon Melkianus Sairdekut-Kelvin Keliduan, Ricky Jawerisa-Juliana Chatarina Ratuanak, Julianus Aboyaman Uwuratuw-Polikarpus Lalamafu dan Piterson Rangkoratat-Hendrik Jauhari Oratmangun.

Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Bukan Sekadar Fanatik! Kepala Samsat Malra Beberkan Alasan Argentina Layak Juara Dunia 2026

Siapa sangka, dari balik meja kerja di Maluku Tenggara,...

Perkuat Tata Kelola Keuangan, Pemkot Ambon Luncurkan SIPD RI Online

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa digitalisasi sudah...

Produk Rumput Laut Dorong Perekonomian UMKM Alstonia di Desa Taar

“Harapan saya, mitra bisa mengembangkan pelatihan-pelatihan yang sudah kita...

Dorong Ekonomi Kepulauan, Pemkab Aru dan OJK Maluku Perkuat Akses Keuangan Masyarakat

‎Kaidel menekankan bahwa masyarakat tidak boleh hanya sekadar menjadi...