Intip Kemeriahan Lomba Panah “Kurkurat” di FPMK ke-6

Lewat kegiatan Festival Pesona Meti Kei (FPMK), Pemkab Malra berupaya menjaga dan melestarikan tradisi setiap ohoi/desa. Salah satunya “fan kurkurat” atau panah ikan kurkurat di Ohoi Kolser.


Langgur, suaradamai.com – “Koyama, Kolser yang Manis. Kurkurat, am mam vu’ut pusak (ikan pusaka kami). MTH, Maluku Tenggara Hebat. FPMK, sukses,” demikian yel-yel lomba panah ikan “kurkurat” yang dipandu pembawa acara Igo Irijanan, menyambut kehadiran rombongan Bupati Malra M. Thaher Hanubun di Ohoi Kolser, Kecamatan Kei Kecil, Selasa (25/10/2022).

Kehadiran Bupati pagi itu menjawab kegelisahan warga setempat yang khawatir air pasang naik. Bagaimana tidak, dua kegiatan Fesival Pesona Meti Kei (FPMK) ke-6 di Ohoi Kolser menyesuaikan dengan kondisi pasang-surut air laut.

Saat surut, dilaksanakan kegiatan Ba Tamet (Bameti Masal). Kegiatan ini juga digelar secara serentak di 10 kecamatan lain di Malra. Kemudian saat air bergerak naik, kira-kira mencapai setengah lutut, para peserta lomba dan warga setempat secara bersama akan mengikuti “panah ikan kurkurat”.

Pantauan Suaradamai.com, antusias warga dan wisatawan sangat tinggi. Warga sudah datang sejak sekitar pukul 07.00 WIT, menanti air mencapai surut terendah pada pukul 08.00 WIT menurut prediksi pasang-surut.

Saat tiba di Ohoi Kolser, Bupati dan Ibu Eva Eliya Hanubun langsung memimpin rombongan menuju surut terendah sekitar 450 meter dari bibir pantai. Sejumlah wisatawan juga ikut menangkap ikan menggunakan kalawai/serampang/tombak.

Sekembalinya Bupati dan rombongan, dilanjutkan dengan acara seremonial sembari menanti pasang naik untuk lomba panah ikan kurkurat.

Para tamu undangan dan wisatawan yang hadir juga disuguhkan tari-tarian oleh anak-anak PAUD, SD, dan pemuda Ohoi Kolser. Penampilan apik dari Angelina Renwarin yang membawakan lagu “fadad vil-vil” dan “ning nuhu tanat sus beb” yang diiringi saxophone, menambah kemeriahan lomba panah kurkurat.

Terpantau, warga, tamu undangan, dan wisatawan sangat antusias mengikuti lomba. Mereka bahkan berdesakan saat sesi pendaftaran. Dari 55 peserta yang terdaftar, ada juga nama sejumlah pejabat pemerintah. Selain itu, artis TikTok Marlon Abraham dan pemeran, presenter, model, dan penyanyi Soraya Rasyid juga turut ambil bagian.

Panah Kurkurat, menuju atraksi wisata

Tradisi “fan kurkurat” atau panah ikan kurkurat diharapkan menjadi salah satu atraksi wisata. Sehingga dapat menambah daya tarik pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara.

Sesuai dengan laporan Ketua Panitia Lomba Panah Kurkurat Hani J. G. Reyaan, menjelaskan bahwa lomba tersebut bertujuan melestarikan tradisi dan memperkenalkan panah kurkurat sebagai atraksi wisata untuk menarik wisatawan.

Panah kurkurat merupakan tradisi yang dilakukan oleh laki-laki Ohoi Kolser (Mebut Elkel) dan perempuan Ohoi Kolser (Dit El Kaneuw), mencari ikan kurkurat saat air laut surut.

Ikan kurkurat dewasa berukuran 10-12 cm, dengan ciri-ciri memiliki mata yang menonjol. Ikan ini paling banyak ditemukan di pantai bagian barat Ohoi Kolser.

Sejak dulu, kurkurat ditangkap secara tradisional menggunakan bambu sebagai busur dan anak panah dari tulang sagu yang diruncing. Kini, masyarakat Ohoi Kolser memodifikasi alat panah tersebut dengan menggunakan sepotong bambu dan seutas tasi sebagai busur, dan sepotong bambu yang ujungnya diikat dengan kawat.

Dari segi rasa, kurkurat memiliki rasa yang gurih dan diolah dalam tiga macam olahan, digoreng, dimasak kua, dan dipepes.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU