Senin, Januari 18, 2021

Jadi Inspektur Upacara, Mantan Guru Olahraga Tegaskan Peran Guru

Bupati Malra M. Thaher Hanubun menuntut kreativitas dan inovasi para guru di Maluku Tenggara.

Langgur, suaradamai.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 74 tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) bersama para guru se-Kabupaten Malra mengadakan upacara di Lapangan Utama Ohoi Wab, Kecamatan Hoat Sorbay.

Upacara peringatan HUT PGRI tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini upacara dilangsungkan di wilayah kecamatan, padahal biasanya ditempatkan di pusat kota.

Uniknya, Bupati Malra M. Thaher Hanubun yang juga pernah berprofesi sebagai guru olahraga pada salah satu sekolah ternama di Jakarta, kali ini bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam arahannya, sang mantan guru olahraga ini mengajak para guru untuk lebih inovatif dan kreatif dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Menurutnya, pendidikan generasi milenial memerlukan pendekatan berbeda.

“Generasi milenial identik dengan penggunaan teknologi konsumsi dan media sosial. Hal ini tentu akan memudahkan mereka dalam mengakses guna mendapatkan berbagai informasi, sehingga mereka lebih kritis. Untuk itu, guru-guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat ini,” ujar Hanubun.

Sebagaimana disampaikan Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim dalam pidatonya pada upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional 2019, Bupati Hanubun juga menegaskan bahwa peran guru yang paling terpenting adalah menciptakan generasi berkualitas.

“Mendorong kreativitas murid dengan mengajak berdiskusi dan menumbuhkan rasa percaya diri murid dengan aktivitas yang menarik. Guru juga diharapkan untuk dapat berinovasi dengan kurikulum yang ada sesuai dengan kebutuhan murid,” pintah Hanubun.

Orang nomor satu Malra ini mengatakan, pendidikan adalah seni mentransfer ilmu, sehingga perlu adanya kreativitas dari seorang guru untuk menumbuhkan ketetarikan kepada murid untuk belajar. Lebih daripada itu, guru dituntut untuk menjadi fasilitator yang handal dalam proses pembelajaran di kelas.

Hanubun juga menekankan bahwa pendidikan krakter sangat penting untuk generasi milenial yang diterpa arus informasi dari berbagai media sosial, baik positif maupun negatif. Untuk itu, guru harus mampu membentuk generasi muda guna memiliki budi pekerti, perilaku positif, memiliki kepedulian sosial dan jiwa kepemimpinan.

“Pendidikan sangatlah penting bagi keberlangsungan pembangunan di daerah ini. Dimana dengan pendidikan pula dapat melahirkan generasi muda yang berkualitas. Baru saja Kabupaten Maluku Tenggara mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupa Anugerah ‘Kihajar 2019’. Penghargaan tersebut merupakan hasil dari upaya kebutuhan Maluku Tenggara dalam meningkatkan mutu, akses pendidikan dan kebudayaan melalui pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi,” jelasnya.

Pada peringatan HUT PGRI kali ini, Pemkab Malra menyerahkan piagam pengharagaan bagi para guru berprestasi. Selain itu turut diserahkan pula piagam penghargaan kepada para siswa berprestasi dalam bidang olaharga, dalam hal ini para siswa SMP Santa Theresia Langgur yang berhasil menjuarai Gala Pelajar Malra. (dedyrumangun/gerryngamel/linusremetwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

KOMENTAR TERBARU

× Ada yang bisa dibantu?