Jaga Daya Beli dan Kondusivitas, Pemkot Ambon Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran

“Kegiatan hari ini bukan semata soal beras atau minyak goreng. Ini adalah bukti perhatian negara agar seluruh warga dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dengan layak,” ujar Wattimena.


Ambon, suaradamai.com  – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan penyaluran bantuan pangan pemerintah bukan sekadar pembagian beras dan minyak goreng, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena saat menghadiri peluncuran penyaluran bantuan pangan Perum Bulog di Kompleks Pergudangan Bulog Halong, Rabu (12/8/2026).

“Kegiatan hari ini bukan semata soal beras atau minyak goreng. Ini adalah bukti perhatian negara agar seluruh warga dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dengan layak,” ujar Wattimena.

Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan paling mendasar sehingga pemerintah memiliki kewajiban memastikan ketersediaannya bagi masyarakat. Program bantuan pangan juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga daya beli, khususnya bagi keluarga kurang mampu.

Pemkot Ambon, kata Wattimena, mengapresiasi kerja sama dengan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional dalam memastikan program tersebut berjalan dengan baik.

“Kami akan terus mendukung setiap langkah yang diambil Bulog demi kelancaran penyaluran ini,” tambahnya.

Hampir 8.000 Warga Terima Manfaat

Sebanyak hampir 8.000 warga Kota Ambon tercatat sebagai penerima manfaat program bantuan pangan tersebut. Dengan jumlah penerima yang cukup besar dan cakupan wilayah yang luas, diperlukan kerja sama serta sinergi seluruh pihak hingga ke tingkat negeri, desa, dan kelurahan.

Wattimena menyebutkan, jumlah personel Bulog Maluku-Malut sekitar 70 orang, sementara Dinas Sosial Kota Ambon memiliki sekitar 78 personel. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi yang baik agar penyaluran bantuan dapat berjalan secara optimal.

Ia menekankan, aspek kualitas dan kuantitas bantuan harus sama-sama diperhatikan.

“Beras bagus tetapi jumlahnya kurang tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, cukup jumlahnya tetapi mutunya rendah juga tidak bermanfaat,” tegasnya.

Wali Kota juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kendala dalam proses penyaluran agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Jaga Stabilitas Sosial dan Ekonomi

Wattimena menilai program bantuan pangan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

“Jika kebutuhan pangan terpenuhi, masyarakat dapat beraktivitas dengan baik. Kesulitan pangan bisa memicu masalah sosial lainnya,” katanya.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan inflasi, Pemkot Ambon secara rutin melakukan koordinasi setiap hari Senin bersama Badan Pangan Nasional dan instansi terkait.

Data Penerima Terus Diperbarui

Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Pemkot Ambon juga terus mendorong pemutakhiran data penerima bantuan sosial. Menurut Wattimena, bantuan pangan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berada dalam kelompok desil 1 hingga 4.

Karena itu, proses perbaikan dan digitalisasi data terus dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Jangan sampai yang mampu justru mendapat bantuan, sementara yang benar-benar butuh tidak terlayani. Masyarakat diminta mendukung proses pendataan ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan bantuan yang diterima sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Wattimena menegaskan, seluruh pihak tidak boleh memandang penyaluran bantuan pangan hanya sebagai kegiatan seremonial.

“Ini adalah wujud kepedulian nyata. Yang paling penting, bantuan sampai ke tangan yang berhak,” pungkasnya.

Pemkot Ambon turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program bantuan pangan tersebut.


Bagikan:

spot_img

Populer

Artikel terkait

Polikant Gandeng Ohoi Namar Berdayakan UMKM Enbal Semprong

Sepuluh mahasiswa Polikant akan dampingi Audin Snack benahi manajemen...

52 Regu Ramaikan Gerak Jalan Indah HUT ke-81 RI di Bintuni

Peserta dari dua arah berbeda bertemu di garis finis...

Wali Kota Ambon Minta Generasi Muda Kritis secara Santun: Kritik Pemerintah dengan Etika, Bukan Caci Maki

Wattimena mengibaratkan tata kelola pembangunan Kota Ambon seperti sebuah...

Peringati Hari Masyarakat Adat, OMK Bintuni Tanam Mangrove di Masina

Puluhan anak muda Katolik turun ke Kampung Masina, menanam...