Kontraktor asli Papua asal Teluk Bintuni buka suara. Mereka menolak tegas kehadiran asosiasi kontraktor dari kabupaten lain se-Papua Barat yang beroperasi di wilayahnya.
Bintuni, suaradamai.com – Kontraktor Orang Asli Papua (OAP) asal Kabupaten Teluk Bintuni, Simson Iba, menolak tegas kehadiran asosiasi kontraktor se-Provinsi Papua Barat yang bekerja di daerahnya.
Pernyataan itu disampaikan lewat video berdurasi 53 detik yang diterima Suara Damai, Selasa (11/8/2026) sore.
Dalam video tersebut, Simson menegaskan bahwa kontraktor lokal Teluk Bintuni siap mengerjakan proyek di daerah sendiri tanpa perlu melibatkan asosiasi dari kabupaten lain.
“Kami kontraktor asli Papua asal Kabupaten Teluk Bintuni menolak dengan tegas terhadap asosiasi se-Provinsi Papua Barat yang datang kerja di Kabupaten Teluk Bintuni. Karena kami pun siap untuk bekerja di tempat kami,” kata Simson.
Ia mengimbau agar asosiasi kontraktor dari provinsi tersebut memahami posisi ini. Menurutnya, setiap kabupaten sudah memiliki asosiasi kontraktor sendiri yang seharusnya bekerja di wilayah masing-masing.
“Sehingga kami mengimbau kepada asosiasi se-provinsi Papua Barat untuk dapat diketahui. Di tiap-tiap kabupaten, masing-masing sudah ada asosiasi untuk bekerja di masing-masing punya daerah,” ujarnya.
Simson menutup pernyataannya dengan singkat, menegaskan itu adalah pesan utama yang ingin ia sampaikan kepada publik dan pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi pasti soal proyek spesifik yang memicu pernyataan ini, maupun nama asosiasi dari kabupaten lain yang dimaksud.
Pihak asosiasi se-Provinsi Papua Barat serta pemerintah daerah Kabupaten Teluk Bintuni juga belum memberikan tanggapan resmi.
Isu persaingan antara kontraktor lokal dan asosiasi luar daerah bukan hal baru di sejumlah kabupaten di Papua Barat, terkait kebijakan afirmasi bagi pengusaha Orang Asli Papua dalam proyek-proyek pembangunan daerah.
Editor: Labes Remetwa

