Sesuai data awal peruntukan rumah secara keseluruhan untuk wilayah Maluku sebanyak 2000 unit.
Tual, suaradamai.com – Bertempat di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI di Jakarta belum lama ini, Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat dibawah pimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerisa, Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun, BPS Maluku, serta seluruh bupati/wali kota se-Maluku bertemu Menteri PKP Maruar Sirait.
Pertemuan ini dalam rangka pemantapan pembangunan Rumah bagi Masyarakat berpenghasilan rendah dan ASN di Wilayah Provinsi Maluku.
Sesuai data awal peruntukan rumah secara keseluruhan untuk wilayah Maluku sebanyak 2000 unit.
Namun kini ada tambahan 1000 unit dari Kementerian PKP RI menjadi total 3000 unit rumah.
Diharapkan dengan adanya pembangunan rumah ini bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Tual dan seluruh Kabupaten Kota se-Maluku dan juga ASN yang belum memiliki rumah.
Kota Tual sendiri mendapat jatah 180 unit rumah.
Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Maluku, Nurlita Soulissa, merinci alokasi 3.000 unit rumah subsidi, di antaranya:
- 250 unit untuk Maluku Tengah
- 500 unit untuk Maluku Tenggara
- 350 unit untuk Seram Bagian Barat
- 300 unit untuk Buru Selatan
- 300 unit untuk Buru
- 200 unit untuk Kepulauan Tanimbar
- 180 unit untuk Kota Tual
- 200 unit untuk Kepulauan Aru
- 200 unit untuk Seram Bagian Timur
- 50 unit untuk Maluku Barat Daya
470 unit untuk Kota Ambon
“Rumah-rumah ini akan dibangun pada akhir 2025 melalui program FLPP untuk MBR, dengan dukungan bank dan BPS,” ujar Nurlita.
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kota Tual





