Ketua Tim Penelitian Polikant, Syahibul Kahfi Hamid, menegaskan bahwa Labetawi menjadi lokasi ideal untuk proyek percontohan ini.
Tual, suaradamai.com – Desa Labetawi, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual dipilih Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) sebagai lokasi penerapan model Desa Agribisnis Perikanan yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Polikant bersama Dinas Perikanan Kota Tual baru-baru ini di Ruang Rapat TPID, Kantor Wali Kota Tual.
Berdasarkan survei ekonomi yang dilakukan Polikant di 27 desa di Kota Tual, Labetawi meraih peringkat pertama.
Ketua Tim Penelitian Polikant, Syahibul Kahfi Hamid, menegaskan bahwa Labetawi menjadi lokasi ideal untuk proyek percontohan ini.
Sebab, berdasarkan akses, jarak, dan potensi perikanan tangkap, budidaya, wisata, kelembagaan, serta infrastruktur, Desa Labetawi memenuhinya.
“Desa Labetawi akan menjadi lokasi penerapan model ini,” ucap Syahibul.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Tual, A. Serang mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki program prioritas untuk membangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada tahun ini, dengan 65 kampung untuk perikanan tangkap dan 35 untuk perikanan budidaya.
“Kami bersyukur, Desa Labetawi di Kota Tual dan satu lokasi di Kabupaten Buru ditetapkan sebagai lokus pembangunan KNMP di Provinsi Maluku,” ucapnya di FGD tersebut.
Ia mengatakan, ini adalah langkah awal di Tual, dengan Desa Labetawi sebagai proyek percontohan yang mengintegrasikan pengelolaan potensi perikanan dari hulu ke hilir.
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual





