Masalah Jalan di Bombay Tuntas, Warga Pilih Relokasi Rumah Doa

Rencana pembangunan jalan baru yang akan melalui Ohoi Bombay sempat menjadi masalah serius.


Langgur, suaradamai.com – Rencana pembangunan jalan baru yang akan melalui Ohoi Bombay, Kecamatan Kei Besar, sempat menjadi masalah serius karena tugu batu sakral atau woma terletak tepat di tengah jalan yang akan dibangun.

Kemudian, di sebelah tugu batu tersebut, ada rumah doa Adorasi yang digunakan oleh umat Katolik ohoi setempat sebagai tempat ibadah khsusus.

Warga harus memilih antara tugu batu atau rumah doa.

Saat rapat bersama dengan Bupati Maluku Tenggara, anggota DPRD, dan sejumlah pimpinan OPD di Bombay, Kamis (2/12/2021), salah satu warga mengusulkan agar baik rumah doa maupun tugu batu tidak dipindahkan.

Dia usul untuk tempat tugu batu dimodifikasi, yakni dengan membangun semacam gapura besar. Kemudian batu sakral itu diletakkan di atas gapura.

Pilihan kedua adalah rumah doa dipindahkan ke tempat yang lebih sunyi. Sehingga kegiatan peribadatan tidak terganggu dengan aktivitas di jalan.

Pada kesempatan itu, Bupati Malra M. Thaher Hanubun setuju dengan usulan untuk memodifikasi tugu batu. Namun, Ia juga ingin agar rumah doa direlokasi agar umat berdoa lebih khusyuk dalam keheningan.

Meski demikian, Bupati mengembalikan ke Pemerintah Ohoi Bombay dan masyarakatnya yang mengambil keputusan.

Pembahasan soal ini berlanjut di tingkat ohoi setelah Bupati dan rombongan pulang. Anggota DPRD Malra Blandina Fautngiljanan, yang adalah anak kampung Bombay, memediasi pertemuan tersebut.

Rapat lanjutan dilaksanakan di Balai Ohoi Bombay, Kamis malam (2/12/2021), melibatkan pemerintah ohoi, Badan Permusyawaratan Ohoi (BPO), tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, Linmas, dan masyarakat setempat.

Kepada Suara Damai melalui telepon, Jumat (3/12/2021), Anggota DPRD Malra Blandina Fautngiljanan mengatakan bahwa hasil rapat sudah keluar. Forum, kata dia, menyepakati untuk memindahkan rumah doa.

Soal lokasi rumah doa yang baru, menurut Legislator Dapil II Kei Besar itu, belum diputuskan. Pihaknya menunggu keputusan dari Keuskupan Amboina, sebab rumah doa tersebut milik pihak Keuskupan.

Sebelumnya, Bupati Thaher dalam rapat bersama mengatakan bahwa segala urusan pembangunan ulang rumah doa atau tugu batu menjadi tanggungjawab pemerintah.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU