Kejuaraan Tinju Bupati Cup Malra Ditunda ke Tahun Depan

Ada sejumlah alasan kejuaraan tinju amatir itu harus ditunda ke tahun depan, yakni terkait ketersediaan fasilitas lomba, pandemi, hari raya, kesiapan atlet, dan kesiapan wasit.


Langgur, suaradamai.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Malra, dan panitia, bersepakat menunda Kejuaraan Tinju Bupati Cup Malra tahun 2021.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Ketua Umum KONI Malra M. Thaher Hanubun di ruang rapat Kantor Bupati, Kamis malam (2/12/2021).

Ketiga pihak bersepakat menunda kejuaraan tersebut ke tahun depan. Ada sejumlah alasan mereka harus menunda kejuaraan tinju amatir itu, yakni terkait ketersediaan fasilitas lomba, pandemi, hari raya, kesiapan atlet, dan kesiapan wasit.

Dilaporkan dalam rapat bahwa, fasilitas seperti ring tinju yang merupakan sarana utama lomba, baru akan tiba di Malra pada tanggal 12 Desember mendatang. Lalu fasilitas lain seperti pencahayaan di Gedung Serbaguna Larvul Ngabal pun masih terus dibenahi.

Kemudian, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 yang berlaku secara nasional juga menjadi pertimbangan penting. Pemerintah berupaya menekan penyebaran virus corona melalui kebijakan ini. PPKM Level 3 mulai berlaku tanggal 24 Desember hingga 2 Januari.

Dengan demikian, sebagai Ketua KONI dan Bupati, Thaher menilai bahwa Kejuaraan Tinju Bupati Cup Malra juga harus dibatasi.

Pembatasan yang sama juga karena alasan hari raya. Sebagai Bupati, Thaher mengingatkan bahwa umat Kristiani saat ini ada dalam masa adventus, atau masa kedatangan, masa tenang, penantian, sebelum hari Raya Natal.

Selain itu, kesiapan atlet dan kesiapan wasit juga merupakan hal sangat yang penting dalam lomba. Maluku Tenggara sudah tidak menggelar kejuaraan tinju sejak tahun 2007 atau 14 tahun lalu. Sehingga 200 sekian atlet yang diidentifikasi panitia, merupakan atlet yang masih butuh banyak persiapan, baik fisik maupun teknik.

Kemudian, jumlah wasit di Maluku Tenggara juga masih sedikit. Hanya ada empat wasit yang kompeten. Sebab itu, Thaher sebagai Ketua Umum KONI menugaskan Ketua Harian KONI dan pengurus Pertina Malra agar segera menggelar pelatihan dan penataran wasit tinju.

“Saya punya tugas urus pencahayaan di Serbaguna. Nanti ketua harian, sekum, dan Pertina buat penataran untuk wasit,” jelas Thaher sebelum menutup rapat tersebut.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU