Menghidupi Keluarga dari Dalam Tembok Lapas

Menjalani separuh masa hidup di dalam dinding Lembaga Permasyarakatan bukan menjadi alasan bagi warga binaan untuk tidak berkreativitas. Mereka pun tetap menjaga asa, menghidupi keluarga dari dalam tembok Lapas.


Langgur, suaradamai.com – Warga binaan Lapas tetap bisa berkreasi menciptakan karya seni bagi banyak orang.

Seperti halnya yang dilakukan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual yang terletak di jalan Soekarno-Hatta Ohoijang, Kabupaten Maluku Tenggara.

Mereka aktif dan tekun mengasa kemampuan masing-masing.

Demi menjaga asa di balik dinding Lapas, mereka menjalani hidup untuk berguna bagi orang lain melalui karya-karya kreativitas.

Hasil kreativitas pun tercipta dari tangan terampil mulai dari hasil olahan perkayuan, industri souvenir, bercocok tanam hingga produksi batu bata.

Semuanya itu dikerjakan warga binaan dalam areal Lapas block khusus.

Suasana haru terlihat kala saya mengunjungi area Lapas beberapa waktu lalu.

Saat bertandang ke Lapas, hujan gerimis seakan-akan menyambut kedatangan saya. Senyum matahari di hari itu, tertutup awan hitam.

Tampak tiga warga binaan bahu membahu mengangkut tanah putih di bawah guyuran hujan gerimis.

Tanah putih yang diangkut merupakan bahan dasar untuk memproduksi batu tela.

Untuk pekerjaan pembuatan batu tela, warga binaan dibagi tiap kelompok oleh petugas Lapas.

Pembagian itu pun bagi mereka yang berminat mengerjakan batu tela. Mengingat ada kelompok lain yang membuat karya seperti pot bunga, berkebun dan pekerjaan lain.

“Biasanya untuk kerja ini (cetak tela) akan dibagikan oleh petugas. Setiap harinya dikerjakan secara bergilir,” ujar salah satu warga binaan, IR di sela-sela aktivitas kerja saat itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU