Musrenbang Distrik Merdey Dorong Pembangunan Kantor Distrik, Bank Papua Hingga Jalan dan Jembatan

0
170
Kepala Distrik Merdey Yustina Ogoney menerima dokumen usulan pembangunan dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027 di Aula Van De Kraan, Merdey, Senin (9/3/2026). (Suara Damai/Labes Remetwa)
Kepala Distrik Merdey Yustina Ogoney menerima dokumen usulan pembangunan dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027 di Aula Van De Kraan, Merdey, Senin (9/3/2026). (Suara Damai/Labes Remetwa)

Musrenbang Distrik Merdey menekankan soal pelayanan publik. Minimnya fasilitas pendukung, membuat sehingga masyarakat tumpah di kota. Akibatnya, pelayanan di distrik dan kampung kurang maksimal.


Bintuni, suaradamai.com – Pemerintah Distrik Merdey menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027 di Aula Van De Kraan Paroki Salib Suci, Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Senin (9/3/2026).

Dalam forum tersebut, sejumlah program prioritas diusulkan untuk pembangunan tahun 2027. Beberapa di antaranya yakni pembangunan kantor distrik, kantor Bank Papua, serta pembangunan jalan dan jembatan.

Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney, mengatakan, pembangunan kantor distrik menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Sebab merupakan pusat pemerintahan dan pelayanan publik bagi 25 kampung di Merdey.

Kondisi kantor distrik saat ini sudah rusak berat sehingga tidak lagi dapat digunakan secara maksimal. Sejak memimpin Distrik Merdey pada 2018, Ogoney terpaksa menerapkan sistem “kantor berjalan” untuk melayani masyarakat.

“Kita pelayanan adalah kantor berjalan. Jadi kita layani surat atau apapun itu di jalan-jalan. Tidak ada kantor untuk pertemuan dengan kepala kampung, pertemuan dengan staf, masyarakat, maupun lintas instansi,” ungkap Ogoney.

Kondisi tersebut juga dikeluhkan sejumlah kepala kampung saat Musrenbang berlangsung. Salah satunya Kepala Kampung Mogroms, Martinus Asmorom, yang menilai Distrik Merdey sudah sangat lama tidak memiliki kantor distrik yang layak.

“Distrik lain mereka sudah bangun [kantor] distrik baru. Baru Distrik Merdey yang dari Belanda sampai Indonesia ini belum bangun kantor distrik. Kepala Distrik tidak tenang untuk kerja, karena kantor distrik rusak. Kita ini bawa surat, pegawai di kantor distrik mau kerja bagaimana. Kantor distrik tidak ada, rusak habis,” keluh Asmorom.

Selain kantor distrik, Musrenbang juga mendorong pembangunan kantor Bank Papua di Merdey. Ogoney menilai kehadiran Bank Papua akan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat, tidak hanya bagi Distrik Merdey tetapi juga distrik-distrik lain di wilayah Moskona.

“Tadi masyarakat banyak menyampaikan bahwa Bank Papua harus ada di Merdey. Karena ini menyangkut perputaran uang. Ketika ada Bank Papua di Merdey, bukan hanya Merdey saja yang akan melakukan pencairan di sini. Ada Distrik Biscoop, Masyeta, Moskona Utara, Moskona Utara Jauh, dan Moskona Timur,” jelas Ogoney.

Ogoney menambahkan, pihak Bank Papua sebenarnya telah melakukan survei awal untuk membuka layanan di Merdey. Namun, keterbatasan fasilitas dan infrastruktur menjadi kendala utama.

“Kalau ada fasilitas pemerintah distrik yang layak, berarti mereka mungkin tahun ini bisa bekerja. Tetapi karena semua infrastruktur yang berada dalam ibukota distrik sudah rusak, mau tidak mau harus dibangun lagi,” ungkap Ogoney.

Musrenbang tersebut juga mendorong pembangunan sejumlah jalan di beberapa titik, seperti rute Mogoy-Merdey, Meryeb ke Morombuy dan Meykesefeb, dan jalan penghubung ke Kampung Meyegja dan Anejro.

Beberapa ruas jalan tersebut juga melintasi aliran sungai sehingga memerlukan pembangunan jembatan.

Ogoney berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian serius terhadap usulan tersebut, karena dinilai sangat penting untuk meningkatkan pelayanan publik serta membuka akses transportasi bagi masyarakat di wilayah Moskona.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni