Rabu, Oktober 28, 2020

Pasturi Penganiayaan Bocah 8 Tahun Akui Jengkel Karena Anak Nakal

Pasutri dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


Ambon, suaradamai.com – Dari hasil penyelidikan Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease terhadap Pasangan Suami Istri (Pasturi) penganiayaan bocah 8 tahun, Pasutri mengakui melakukan penganiyaan karena jengkel bocah tersebut nakal.

“Kedua tersangka ini, mereka jengkel karena anaknya sedikit nakal, ya padahal memang itu sifat anak anak, yang harusnya orang tua bisa pahami,” kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang, kepada wartawan di Mapolresta Ambon, Rabu (14/10/2020).

Walaupun pengakuan pasturi ini kalau bocah tersebut nakal, namun penyidik akan terus mendalami motif dari aksi dari pasangan suami istri ini.

Baca juga: Polresta Ambon Bagikan Bansos Dari Kapolri Untuk Warga

Leo menambahkan, dari hasil otopsi yang dilakukan polisi untuk mengungkap penyebab kematian bocah 8 tahun yang diduga dianiaya orang tua angkatnya, terdapat sejumlah luka memar, yang diduga sebagai penyebab kematian korban.

“Hasil otopsi sudah ada hanya saja kita tunggu laporan resmi otopsi. Dan dari hasil otopsi terdapat luka dan memar pada tubuh jenazah antara lain, memar di pungung, pendarahan di dada kanan dan mata kanan, memar di dagu, pendarahan di telinga kiri dan kanan, pendarahan di hidung, memar di betis kanan, luka robek dibibir atas dan bawah, pendarahan di usus kecil dan memar di paha kiri,” jelasnya.

Sekalipun hasil otopsi menunjukkan adanya tindakan kekerasan, lanjut Leo, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban hingga dokter yang melakukan otopsi mengeluarkan laporan resmi.

Leo menjelaskan, pasturi tersangka pelaku penganiayaan ini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Baca juga: Balap Liar, Polresta Ambon Kandangkan 39 Sepeda Motor

Pasturi sebagai pelaku berinisial E yang bekerja di RSUD dr. M. Haulussy, berprofesi sebagai sopir mobil ambulance serta istrinya M K berprofesi sebagai guru SDN 82 Kudamati berhasil diamankan Tim Reskrim Polresta Ambon pada Rabu (7/10/2020) dini hari di kediaman mereka di kawasan Kamar Mayat, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Editor: Labes Remetwa


Polisi masih menunggu lapran resmi dari dokter yang melakukan otopsi, untuk selanjutnya mebuat kesimpulan atas tindakan Pasutri penganiayaan bocah 8 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

KOMENTAR TERBARU