Paus Fransiskus Meninggal di Usia 88 Tahun

Kabar duka ini disampaikan oleh Kardinal Kevin Farrell, camerlengo Vatikan.


Langgur, suaradamai.com – Vatikan mengumumkan bahwa Paus Fransiskus telah meninggal dunia pada usia 88 tahun, setelah sebelumnya sempat dirawat karena penyakit paru-paru kronis. Kabar duka ini disampaikan oleh Kardinal Kevin Farrell, camerlengo Vatikan.

“Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus,” ujar Kardinal Farrell.

Dilansir dari Viva.co.id Paus Fransiskus menghembuskan napas terakhir tak lama setelah merayakan Minggu Paskah. Dalam kesempatan itu, ia tidak menyampaikan pesan langsung, melainkan melalui ajudannya. Ia hanya muncul sesaat di balkon Basilika Santo Petrus. Dalam pesannya, ia menyerukan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan para sandera.

Sebelumnya, Paus dirawat di Rumah Sakit Gemelli sejak awal Februari 2025 karena bronkitis yang kemudian berkembang menjadi pneumonia bilateral. Setelah dirawat selama 38 hari, ia dipulangkan ke kediamannya di Vatikan, dan wafat beberapa hari kemudian.

Dengan wafatnya Paus Fransiskus, Gereja Katolik kini memasuki masa berkabung sembilan hari (Novemdiales). Setelah masa tersebut, Dewan Kardinal akan berkumpul dalam konklaf di Kapel Sistina untuk memilih Paus baru.

Sosok Paus Fransiskus


Paus Fransiskus lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936. Ia terpilih menjadi Paus pada 13 Maret 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri. Ia merupakan Paus pertama yang berasal dari Amerika Latin, sekaligus anggota ordo Jesuit pertama yang menduduki Tahta Suci.

Dikenal dengan gaya hidup sederhana dan pendekatan penuh kasih, Paus Fransiskus mengutamakan isu-isu sosial seperti kemiskinan, keadilan sosial, imigrasi, dan perlindungan lingkungan. Ia juga mendorong reformasi besar dalam tubuh Gereja, termasuk transparansi finansial dan penanganan kasus-kasus pelecehan seksual.

Dalam masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus sering menjadi suara moral global, tidak segan bersuara terhadap konflik internasional, ketimpangan ekonomi, dan krisis iklim. Ia juga membuka ruang dialog dengan agama lain dan kelompok marginal, menunjukkan wajah Gereja yang lebih inklusif dan penuh welas asih.

Wafatnya Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi masyarakat dunia yang menghormatinya sebagai pemimpin spiritual yang rendah hati dan penuh cinta kasih.

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...