Pemkot Tual Salurkan Bantuan Langsung Tunai bagi Warga

Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini bersumber dari APBD dan dana desa.


Tual, suaradamai.com – Dalam rangka penanggulangan Covid-19, Pemerintah Kota Tual menyalurkan bantuan langsung tunai yang bersumber dari APBD dan Dana Desa.

Secara simbolis, bantuan sosial itu diserahkan oleh Wali Kota Tual, Wakil Wali Kota Tual, Asisten III Setda Tual, Kepala Dinas PMD Tual dan Kepala BPDM kepada warga penerima manfaat di Lapangan Lodar El, Kamis (21/5/2020).

Bekerjasama dengan BPDM Cabang Tual, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari APBD Kota Tual disalurkan hari ini kepada 1117 KK Desa Tual di Lapangan Lodar El dan 400an KK Desa Fiditan di Fiditan.

Ada juga BLT yang bersumber dari dana desa sudah disalurkan sejak kemarin. Hari ini ikut dalam penyerahan secara simbolis kepada lima kepala desa di Kota Tual.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gufroni Rahanyamtel menyebutkan  BLT – Dana Desa tahap pertama ini disalurkan ke delapan desa, tiga di antaranya di pulau-pulau.

“Yang sudah dilakukan pencairan kemarin sore (20/5/2020) itu Desa Ohoitel, Tamedan, Labetawi, Ngadi, Tam Ngurhir, Tayando Langgiar, Tayando Yamtel dan Desa Dullah,” papar Gufroni.

Gufroni menambahkan, penyaluran BLT – Dana Desa kepada 19 desa lain di Kota Tual masih dalam proses. Pihaknya sedang menanti pengadaan uang tunai dari Bank BRI.

“19 (desa) itu besok baru dilakukan pencairan karena kemarin keterbatasan kas di BRI … BRI sudah menyanggupi untuk besok 19 desa itu melakukan pencairan,” imbuh Gufroni.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan menyampaikan arahan saat penyerahan BLT kepada warga penerima manfaat di Kelurahan Lodar El Kota Tual, Kamis (21/5/2020). Foto/Labes Remetwa

Wali Kota Tual Adam Rahayaan dalam arahannya menyampaikan bahwa keterlambatan bantuan ini disebabkan karena pemerintah harus melakukan cross check terhadap warga penerima manfaat.

“Ada data yang kita sudah kirim ke Bank beberapa hari yang lalu. Beberapa bank sudah terlanjur mencetak buku rekening. Tiba-tiba terjadi perubahan karena ada pendobolan nama. Dia (penerima manfaat) sudah dapat bantuan sosial tunai dari Kemensos, nama ada lagi di data KK miskin yang divalidasi oleh Bappeda,” jelas Adam.

“Karena itu kita harus ektra hati-hati, takutnya terjadi pendobolan. Itu nanti (ada) komplain dan bisa jadi ramai,” tambah Adam.

Adam berharap bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik.

Editor: Labes Remetwa


Pemerintah Kota Tual sangat berhati-hati dalam menentukan nama penerima bantuan. Hal ini yang juga menjadi salah atu penyebab keterlambatan penyaluran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU