Percepat Vaksinasi, Pemkab Malra Gelar Rakor bersama Para Camat dan Kepala Ohoi

“Kita harus mengejar target nasional yaitu minimal 70 persen pada akhir bulan November. Maka target harian vaksinasi kurang lebih 1.000 orang per hari,” kata dr. Ketty.


Langgur, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait percepatan vaksinasi Covid-19 di wilayah Kei Kecil. Rapat tersebut digelar di Gedung Serbaguna Larvul Ngabal Langgur, Jumat (5/11/2021).

Rakor itu melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pendamping pelaksanaan vaksinasi di wilayah Kei Kecil, para Camat (di antaranya Camat Kei Kecil, Kei Kecil Timur, Kei Kecil Timur Selatan, Kei Kecil Barat, Hoat Sorbay, dan Manyeuw), para kepala ohoi (Kepo) dan perangkat ohoi se-Kei Kecil.

Pertemuan tersebut diawali dengan penyampaian laporan perkembangan vaksinasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Malra dr. Ketty Notanubun.

dr. Ketty melaporkan bahwa capaian vaksinasi untuk dosis I mencapai 42,32 persen atau 39.596 jiwa dan dosis II mencapai 21,39 persen atau 20.017 jiwa, dari sasaran penduduk yang wajib mendapatkan pelayanan vaksinasi yaitu 93.569 jiwa.

“Kita harus mengejar target nasional yaitu minimal 70 persen pada akhir bulan November. Maka target harian vaksinasi kurang lebih 1.000 orang per hari,” kata dr. Ketty.

Untuk wilayah Kei Kecil, lanjut dr. Ketty, vaksinasi terendah terjadi pada Kecamatan Kei Kecil Barat yakni dosis I 30,88 persen dan dosis II 11,22 persen. Sementara capaian vaksinasi tertinggi ada pada Kecamatan Manyeuw, yakni dosis I sebanyak 61,31 persen dan dosis II sebanyak 45,74 persen.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Malra M. Thaher Hanubun menegaskan kepada para camat dan kepala ohoi agar menyukseskan target 70 persen pada akhir bulan ini.

Bupati juga menegaskan bahwa vaksin yang digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam rangka mencegah penularan virus corona adalah vaksin yang sudah melalui proses yang panjang. Sehingga tidak perlu diragukan.

Vaksin yang digunakan, sambung Bupati, sudah mendapat pengakuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah menetapkan vaksin yang digunakan aman dan halal.

Bupati kemudian meniginstruksikan para camat dan kepala ohoi agar mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi.

Untuk diketahui, rapat koordinasi yang sama akan dilaksanakan untuk wilayah Kei Besar besok, Sabtu (6/11/2021).

Editor: Labes Remetwa


Bupati menegaskan bahwa vaksin yang digunakan sudah melalui proses yang panjang sehingga tidak perlu diragukan.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU