Ketua Komisi III DPRD Maluku, Djemy Pattiselano, menyampaikan hal ini kepada wartawan usai rapat yang digelar di Rumah Rakyat, Karang Panjang, Ambon, Kamis (16/10/2025).
Ambon, suaradamai.com – Menyambut arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Komisi III DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan di sektor transportasi. Dalam rapat tersebut, operator kapal ferry seperti ASDP dan Pancakarya, serta mitra transportasi lainnya, diminta segera mempersiapkan seluruh armada agar siap beroperasi secara optimal.
Ketua Komisi III DPRD Maluku, Djemy Pattiselano, menyampaikan hal ini kepada wartawan usai rapat yang digelar di Rumah Rakyat, Karang Panjang, Ambon, Kamis (16/10/2025).
“Ini sebenarnya bukan hanya untuk Pancakarya, tetapi semua mitra kita di sektor transportasi, termasuk Pelni, Angkasa Pura, dan lainnya. Semua harus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan menghadapi arus mudik,” ujarnya
Ia menjelaskan, beberapa kapal ferry yang melayani rute ke wilayah-wilayah terpencil masih dalam proses perawatan atau mengalami kendala teknis. Meski demikian, pihaknya menargetkan seluruh armada sudah siap beroperasi penuh pada awal November 2025, sebelum puncak arus mudik tiba.
Menurut Pattiselano, ASDP dan Pancakarya telah menyatakan komitmennya untuk menyesuaikan jadwal pelayaran sesuai kebutuhan masyarakat. Namun, DPRD tetap meminta evaluasi terhadap sejumlah persoalan yang pernah terjadi, seperti penumpukan penumpang di Pelabuhan Puni-Muawi kiri beberapa waktu lalu akibat terbatasnya kapal yang beroperasi.
“Saat itu, Pancakarya hanya mengoperasikan satu kapal. Ke depan, kami minta ada evaluasi terhadap penjadwalan docking kapal. Jangan sampai semua kapal masuk perawatan bersamaan. Harus ada jeda agar layanan tetap berjalan,” jelasnya.
Komisi III menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, operator kapal, dan instansi terkait lainnya agar pelayanan transportasi selama Nataru berjalan lancar, aman, dan tertib.
“Kami ingin masyarakat bisa mudik dengan nyaman tanpa kendala berarti. Karena itu, semua pihak harus lebih sigap dalam merancang jadwal operasional sejak dini,” tutup Pattiselano.





