Persiapan Operasi Pasar Baru Un: Wali Kota Tual Silaturahmi dengan Pedagang

Pada kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan terkait penggunaan lokal, modal usaha, terminal luar kota, sarana pra sarana, dan menjamin perputaran uang di pasar baru tersebut.


Tual, suaradamai.com – Pemerintah Kota Tual di bawah pimpinan Wali Kota Adam Rahayaan dan Wakil Wali Kota Usman Tamnge terus berupaya meningkatkan ekonomi melalui pembangunan dan pembenahan pasar.

Kemarin, Rabu (4/11/2020), Wali Kota bersama Kadis Koperasi, Kadis Perindag, Kepala Bappeda dan pimpinan OPD lainnya bersilaturahmi dengan calon pedagang Pasar Baru Un/BTN dalam rangka persiapan beroperasinya pasar tersebut. Mereka berdialog dengan calon pedagang sekitar satu setengah jam lamanya.

Wali Kota berharap agar pedagang memiliki niat yang sama dengan pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan pasar baru tersebut. “Di sini akan diberikan bantuan, itu jadi rangsangan sehingga bisa berkembang kedepannya,” ungkap Adam dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan terkait penggunaan lokal, modal usaha, terminal luar kota, sarana pra sarana, dan menjamin perputaran uang di pasar baru tersebut.

Untuk menggunakan lokal, pedagang tidak dikenakan biaya pendaftaran. Pemkot juga akan membebaskan para pedagang dari pajak selama 6 bulan pertama. Setelah itu, dikenakan tarif Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per kepala.

Pemkot Tual juga akan membantu modal usaha – tunai dan non tunai – bagi para pedagang. Modal usaha tunai berupa 200 paket sembako yang rencananya akan diserahkan pada Sabtu (7/11/2020) nanti.

Para pedagang Pasar Baru Un/BTN bersilaturahmi dengan Pemerintah Kota Tual dalam rangka persiapan beroperasinya pasar tersebut, Rabu (4/11/2020). Foto: Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan
Para pedagang Pasar Baru Un/BTN bersilaturahmi dengan Pemerintah Kota Tual dalam rangka persiapan beroperasinya pasar tersebut, Rabu (4/11/2020). Foto: Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan

Selain itu, untuk mendukung akses dan perputaran uang di pasar tersebut, Pemkot Tual menjadikan pasar itu sebagai terminal luar kota, yakni terminal transit Ohoitel, Ohoitahit, Watran, dan Lairkamor.

Pemkot juga akan membangun sarana dan prasarana lainnya dalam mendukung kelancaran aktivitas jual beli seperti pembukaan sejumlah ruas jalan penghubung, pembangunan rumah ibadah, akses air bersih, dan pembuatan kanopi di bagian depan toko agar air tidak merembes ke dalam toko saat hujan.

Untuk mendorong masyarakat ke pasar tersebut, Pemkot Tual akan memusatkan kegiatan olahraga dan mengimbau ASN untuk berbelanja di situ.

Pada kesempatan itu, ada usulan dari para pedagang kepada pemerintah yakni disediakannya toilet umum. Mereka juga meminta pemerintah agar melakulan pengawasan ketat dalam pemberian bantuan, sehingga bisa tepat sasaran.

Editor: Labes Remetwa


Wali Kota berharap agar pedagang memiliki niat yang sama dengan pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan pasar baru tersebut.


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...